Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit', Polda Jateng: Akumulasi Kejenuhan

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 20:07 WIB
Selebaran Dilarang Sehat di Negara Sakit, Klaten, Rabu (18/8/2021).
Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Solo -

Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' sempat marak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Polda Jateng menyebut maraknya selebaran itu diduga dipicu akumulasi kejenuhan masyarakat di tengah PPKM.

"Kesimpulan kita itu akumulasi (kejenuhan), iya semacam itulah. Kita belum lihat ke sana (provokasi), ini merupakan kritisi," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy saat ditemui detikcom di Solo, Kamis (19/8/2021).

Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan terkait selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' tersebut.

"Sementara masih lidik (penyelidikan), kita lihat dulu, kita belum terima laporan ini. Sementara kita melihat karena ada yang terganggu di beberapa sektor karena PPKM," ungkap Iqbal.

Disinggung apakah aksi selebaran ini ada kaitannya dengan mural di beberapa daerah, mantan Kasatlantas Solo itu mengatakan polisi belum bisa menyimpulkannya.

"Belum mengarah ke sana, kembali lagi kita sampaikan PPKM itu kan banyak masyarakat mulai terganggu di beberapa sektor," tuturnya.

Iqbal mencontohkan, kasus selebaran di Klaten ini seperti yang terjadi di daerah Blora, di mana juga ada selebaran yang sempat membuat sejumlah warga terprovokasi.

"Ada kemarin di Blora yang (selebaran provokatif) bahasa Jawa, justru malah kita jadikan duta Polres, sama dengan kritik itu. Karena ketidaktahuan dan terprovokasi satu orang, satu orang ini setelah dilakukan pemeriksaan mengaku khilaf," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Mabes Polri mengungkap Presiden Jokowi tidak berkenan bila polisi responsif menindak kritik melalui mural. Lalu bagaimana langkah selanjutnya yang akan dilakukan polisi terkait kasus selebaran menyindir PPKM yang kini sudah diusut Polres Klaten?

Selengkapnya di halaman selanjutnya...