Pendukung Bupati Banjarnegara Gelar Doa Bersama: Semoga Sehat dan Sabar

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 21:39 WIB
Warga saat menggelar doa bersama untuk Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Selasa (7/9/2021).
Warga menggelar doa bersama dukungan untuk Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Selasa (7/9/2021). Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara -

Warga di Banjarnegara, Jawa Tengah, melakukan doa bersama sebagai bentuk dukungan kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Diketahui, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh KPK.

Salah satu warga Desa Karangjambe, Kecamatan Wanadadi, Ali Murtado, mengaku kaget dengan ditetapkannya Budhi Sarwono sebagai tersangka. Pasalnya, selama ini banyak warga yang justru mengaku puas dengan kepemimpinan Budhi sebagai Bupati Banjarnegara.

"Saya pribadi kaget dan tidak menyangka. Karena di mata masyarakat bagus, dan saya pribadi merasa puas," ujar Ali usai mengikuti doa bersama untuk Budhi Sarwono di Desa Lemahjaya, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara, Selasa (7/9/2021).

Ia pun mendoakan agar Bupati Banjarnegara tersebut diberi kesehatan dan kesabaran agar bisa melewati ujian yang tengah dihadapi saat ini.

"Mudah-mudahan selalu diberi kesehatan dan kesabaran. Semoga pak bupati bisa melewati ujian yang sedang dialaminya," tambahnya.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Wanadadi, Mahali, mengatakan doa bersama ini dilakukan untuk memberi dukungan kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang tengah menghadapi ujian.

"Acara ini dilakukan oleh warga dari berbagai desa di Kecamatan Wanadadi. Sebagai bentuk dukungan dan beliau baik-baik saja dalam menghadapi ujian," ucapnya.

Ia juga berharap tuduhan perihal kasus korupsi pengadaan barang dan jasa pada Dinas PUPR tahun 2017-2018 yang dilakukan Budhi Sarwono tidak terbukti. Apalagi, menurut dia, Budhi Sarwono dikenal dermawan.

"Semoga tuduhan itu tidak terbukti. Karena yang saya tahu, pak bupati ini orangnya dermawan," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dana jasa Dinas PUPR Banjarnegara tahun 2017-2018. Budhi diduga menerima fee senilai Rp 2,1 miliar terkait kasus ini. Budhi pun membantah menerima duit dari proyek Dinas PUPR ini.

"Saya tadi diduga menerima uang Rp 2,1 miliar, mohon untuk ditunjukkan yang memberi siapa kepada siapa silakan ditunjukkan dan pemberinya siapa yang memberikan ke saya. Insyaallah saya tidak pernah menerima pemberian dari pada pemborong semua ini," kata Budhi saat akan dibawa ke rutan KPK, Jakarta, Jumat (3/9).

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memastikan KPK memiliki bukti kuat terkait perkara tersebut. Ali pun berharap para tersangka serta pihak terkait diminta kooperatif dan menerangkan fakta sejujurnya guna terangnya suatu perkara.

"KPK telah memiliki bukti yang kuat menurut hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, sehingga perkara ini naik ke tahap penyidikan," kata Ali, Sabtu (4/9).

"KPK berharap agar tersangka dan pihak-pihak lain yang nanti kami panggil dan periksa bertindak kooperatif dengan menerangkan fakta-fakta sebenarnya yang diketahui di hadapan penyidik," ujar Ali.

(rih/mbr)