Bupati Banjarnegara Jadi Tersangka KPK, Eks Kades Gelar Doa-Makan Bareng

Uje Hartono - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 15:51 WIB
Eks Kades Banjarnegara menggelar doa dan makan bersama usai penetapan Bupati Budhi Sarwono sebagai tersangka KPK
Eks Kades Banjarnegara menggelar doa dan makan bersama usai penetapan Bupati Budhi Sarwono sebagai tersangka KPK (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Sebanyak 20 mantan kepala desa menggelar doa dan makan bersama di Alun-alun Banjarnegara siang ini. Doa bersama ini dilakukan untuk mendukung KPK usai menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR tahun 2017-2018.

Para mantan kades yang tergabung dalam Masyarakat Banjarnegara Peduli (MBP) ini juga menggelar makan bersama dengan menu tradisional. Seperti nasi jagung, leye, ikan asin, aneka sambal dan pete.

"Dalam kegiatan ini diikuti perwakilan mantan kades di Banjarnegara. Ada perwakilan setiap kecamatan karena ini PPKM," kata Mantan Kades Mantrianom, Kecamatan Bawang Samsul Maarif saat ditemui di Alun-alun Banjarnegara, Senin (6/9/2021).

Samsul mengaku prihatin dengan kondisi Banjarnegara saat ini. Dia berharap tidak ada intervensi terhadap KPK.

"Kami prihatin terhadap kondisi Banjarnegara setelah ada penetapan pak bupati. Biarlah KPK untuk menjalankan tugasnya karena lembaga negara, kita semua tidak bisa memberikan intervensi," ujarnya.

Samsul menyebut saat kepemimpinan Budhi Sarwono ada kesenjangan antara pembangunan infrastruktur dengan pembangunan sosial di Banjarnegara.

"Dalam kepemimpinan pak bupati, dalam hal infrastruktur itu nyata, sudah bisa dinikmati masyarakat. Namun dalam hal ini masih perlu dibenahi. Jangan sampai hanya sepihak. Banyak yang mengharapkan seperti itu, misalnya pendidikan, ekonomi dan lainnya," kata dia.

Perwakilan Masyarakat Banjarnegara Peduli, Imam Purwadi menambahkan, masyarakat harus menjunjung tinggi praduga tak bersalah. Imam pun mengajak masyarakat untuk menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada KPK.

"Masyarakat menyerahkan kepada lembaga hukum KPK. Benar dan salah ada di proses hukum. Kita tetap menjunjung tinggi praduga tak bersalah," ucap Imam.

Imam menambahkan acara doa dan makan bersama ini sebagai wujud dukungan kepada KPK. Sebab, sudah ada penetapan tersangka dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPUR 2017-2018.

"Kita mendukung KPK karena tentu sudah mempunyai minimal dua alat bukti," sebutnya.

Simak video 'Bupati Banjarnegara Diduga Atur Lelang Proyek Libatkan Bisnis Keluarga':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya..