Sejoli Remaja di Semarang Ini 'Jajakan' 3 Gadis ABG ke Hidung Belang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 20:48 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi (Foto: Andi Saputra)
Semarang -

Sejoli yang menjajakan anak di bawah umur kepada pria hidung belang dibekuk Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang. Sejoli itu adalah pemuda berinisial D (19) dan pacarnya inisial K (16).

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan bahwa pelaku sudah menjajakan tiga anak di bawah umur.

"Dia ini menjualbelikan anak di bawah umur, 'Papi' lah ya. Umurnya masih 19 tahun. Korbannya 14 tahun, kemudian satu lagi 15 tahun dan 16 tahun," kata Irwan di Mapolrestabes Semarang, Senin (6/9/2021).

Modusnya, K mencari korban lewat media sosial dengan iming-iming pekerjaan. Kemudian D mencari pelanggan dan mempertemukannya di hotel.

"Jadi modus para pelaku ini menghubungi korban dan menawarkannya lewat aplikasi. Yang bersangkutan berusaha menjualbelikan anak di bawah umur di salah satu hotel di Jalan Majapahit," jelasnya.

Terbongkarnya praktik itu diawali ketika salah satu ibu korban mencari anaknya yang tidak kunjung pulang. Ibu itu melapor polisi dan ikut menelusuri. Pada tanggal 1 September 2021 lalu ia menemukan anaknya di sebuah hotel.

"Penangkapan ini berdasarkan laporan ibu korban ke polisi bahwa anak gadisnya tidak pulang rumah selama tiga minggu. Dari informasi dan penyidikan polisi diketahui. Bahwa korban selama ini dipekerjakan sebagai wanita panggilan melalui aplikasi perpesanan," ujarnya.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka D, ia mendapat bagian Rp 50 ribuan setiap kali anak di bawah umur yang dibawanya melayani pelanggan.

"Sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu. Saya dapat Rp 50 ribu. Yang cari (korban) pacar saya. Ini di hotel baru kali ini, sebelumnya di kos. Ini baru dari 28 Agustus," ujar D di kesempatan yang sama.

Saat ini sejoli itu masih diperiksa oleh Unit PPA Polrestabes Semarang. Mereka dijerat pasal 761 Jo pasal 88 UU No 35 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

(rih/mbr)