Merapi Erupsi Pagi Tadi, Candi Borobudur Sempat Diguyur Hujan Abu

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 13:58 WIB
Kabupaten Magelang -

Gunung Merapi erupsi pada dini hari hingga pagi tadi. Ternyata hujan abu dampak erupsi Gunung Merapi sempat mengguyur Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

"Tadi malam Merapi meletus kembali, kemudian ada informasi abunya sampai ke wilayah Magelang termasuk Candi Mendut, Borobudur dan pawon kena abu tersebut," ujar Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (12/8/2021).

Tim dari bagian laboratorium juga telah naik menuju candi untuk mengambil data dan mengukur ketebalan abu vulkanik pada candi. Tim lain juga telah mendokumentasikan abu vulkanik pada tiga candi tersebut.

"Kami akan konsultasi dengan BPPTKG apakah akan terjadi letusan kembali, apakah juga letusan kecil atau besar. Konsultasi ini untuk langkah kita ke depan apakah Candi Borobudur, Mendut dan Pawon ditutup kembali dengan terpal atau tidak. Sementara, prediksi saya melihat di lapangan belum akan kita tutup dengan terpal. Kita tetap menunggu koordinasi dengan BPPTKG," urainya.

Pamong Budaya Ahli Madya BKB (Balai Konservasi Borobudur), Yudi Suhartono, menambahkan dari hasil pantauannya juga menunjukkan Candi Borobudur, Pawon dan Mendut terkena abu vulkanik Gunung Merapi.

"Hasil teman-teman naik dari laborat mengukur ketebalan tipis sekali. Karena menghitung ketebalan tidak bisa dihitung per satu luas, kemudian dihitung ketemunya 4,7 gram per meter persegi," ujar Yudi.

Menurut Yudi, abu yang menempel akan segera dibersihkan karena jika terlalu lama dibiarkan akan membahayakan candi.

"Setelah itu, kita akan membersihkan seperti biasa, dibersihkan secara kering. Abu jangka lama akan membahayakan makanya segera kita bersihkan. Sifatnya (abu vulkanik) asam," tutur Yudi.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi hari ini empat kali meluncurkan guguran awan panas. Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan pada periode pengamatan Merapi Kamis (12/8) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB dari guguran-guguran awan panas itu dengan amplitudo 19-67 milimeter dan durasi 110-232 detik. Jarak luncur awan panas yakni 1.800 hingga 3.000 meter ke arah barat daya.

Jarak luncur awan panas terjauh, kata Hanik terjadi pada pukul 01.53 WIB yakni sejauh 3.000 meter ke arah barat daya. Selain awan panas, guguran lava pijar masih sering terjadi.

(sip/mbr)