24 Orang Pelaku Provokasi Penjarahan Blora Dibebaskan, tapi....

Febrian Chandra - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 13:03 WIB
Jumpa pers kasus provokasi penjarahan di Mapolres Blora, Kamis (12/8/2021)
Jumpa pers kasus provokasi penjarahan di Mapolres Blora, Kamis (12/8/2021) (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Polisi menangkap 24 orang karena terciduk menyebar selebaran ajakan untuk melakukan kekerasan dan penjarahan di Blora, Jawa Tengah. Setelah dimintai keterangan,24 orang itu dibebaskan hari ini dengan syarat wajib lapor.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan, ke-24 orang ini menganut gagasan paham yang salah. Yakni mereka memiliki paham semua aset negara berupa sumber daya alam baik berupa pertanian, perhutanan, tambang adalah milik nenek moyang," kata Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama saat konferensi pers di Mapolres Blora, Kamis (12/08/2021).

"Oleh sebab itu atas atas pertimbangan-pertimbangan yang ada, kita berikan pembinaan dan kita bebaskan dengan catatan wajib absen dan akan kita pantau perkembangannya," sambung dia.

Wiraga menyebut paham yang dianut 24 orang itu mereka tuangkan dalam selebaran untuk melakukan kekerasan dan penjarahan di Blora. Sementara itu, terkait persenjataan seperti bom, senapan, dan granat seperti dalam selebaran itu ternyata tidak ditemukan.

"Dalam selebaran berbahasa Jawa itu terkait persenjataan yang disebutkan tadi, maksudnya adalah dalam melakukan aksi jangan takut terhadap senjata seperti bom, senapan dan granat, bukan mereka memiliki senjata seperti itu. Mereka murni petani wutun, tidak memiliki senjata seperti itu. Mereka hanya salah pemahaman, maka kita bina dan dikembalikan bermasyarakat lagi," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Blora Arif Rahman menambahkan setelah berkoordinasi dengan forkopimda 24 orang yang terkait ajakan provokasi itu merupakan warga Blora. Dia akan meluruskan salah paham yang dianut puluhan orang tersebut.

"Mereka sudah membuat pernyataan maaf kepada pemerintah Indonesia dan Pemkab Blora. Kita ajak bersama-sama, kita dampingi dan mari bersama-sama membangun dan memperbaiki Blora ini," terang Arif.

Pengakuan Otak di Balik Ajakan Provokasi

Dalam kesempatan yang sama, otak di balik kegaduhan ini, Samijo, telah mengakui kesalahannya. Dia minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Saya meminta maaf kepada negara, Bapak Presiden, Bupati, Kapolres, Dandim dan seluruh masyarakat atas tindakan dan kesalahan saya. Dan semoga virus Corona ini lekas hilang," kata Samijo dalam Bahasa Jawa.

Selain dibebaskan, 24 orang yang ditangkap terkait selebaran ajakan melakukan kekerasan dan penjarahan ini juga diberi bantuan sembako. Mereka pun akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan 24 orang karena menyebarkan selebaran ajakan kekerasan dan penjarahan di Blora. Motif para pelaku yakni untuk meminta 'jatah' dari para pemilik usaha.

"Motifnya sebenarnya adalah agar diperhatikan dan meminta jatah ke para pemilik usaha seperti diler motor, mobil, toko swalayan dan pabrik-pabrik," kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto saat ditemui detikcom, Rabu (11/8).

(ams/sip)