Ditutup Saat PPKM, Ruas Jalan di Kudus Kini Dibuka Lagi

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:42 WIB
Arus lalu lintas menuju Simpang Tujuh Kudus, Senin (26/7/2021).
Arus lalu lintas menuju Simpang Tujuh Kudus, Senin (26/7/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Satlantas Polres Kudus, Jawa Tengah, mulai membuka sejumlah ruas jalan yang sebelumnya ditutup saat PPKM Darurat. Polisi kini memfokuskan penyekatan di dalam Kota Kudus.

"Dibuka sementara sambil lihat situasi dan perkembangan," kata Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Galuh Pandu, lewat pesan singkat kepada detikcom, Senin (26/7/2021).

Galuh menjelaskan ada lima titik ruas jalan yang sebelumnya ditutup kini dibuka. Ruas jalan tersebut semula digunakan untuk memecah arus menuju kota Kudus.

"Yang dibuka persimpangan Sempalan, Jetak, Panjang, Barongan, dan Ngembal. Yang sebelumnya difungsikan untuk memecah arus yang akan difungsikan ke kota dan tidak dijaga anggota," ucapnya.

Galuh mengatakan penyekatan akan difokuskan di ruas jalan menuju Kota Kudus. Kini masih ada enam titik ruas jalan menuju Kudus yang ditutup, yakni sekitar Jalan Simpang Tujuh, Jalan Sunan Kudus perempatan Jember, Jalan Pemuda perempatan Seleko, Jalan Sunan Muria perempatan SMPN 2 Kudus, Jalan A Yani perempatan BNI, dan Jalan DR Ramelan.

"Water barrier kami geser ke kota untuk fokus di titik penutupan jalan di dalam kota yang dijaga anggota," ungkapnya.

Galuh juga mengklaim mobilitas warga sudah menurun selama PPKM Darurat atau Level 4 diterapkan di Kudus. Galuh menyebut pihaknya juga sudah memutarbalikkan warga luar daerah yang akan menuju Kudus, sekitar 70-100 kendaraan per hari. Para pengendara itu diputar balik karena tidak membawa surat vaksin, keterangan bebas COVID-19, dan surat keterangan kerja.

"(Mobilitas warga) Sudah menurun alhamdulillah seperti yang disampaikan Pak Luhut dan ini juga lagi vidcon dengan Kapolri untuk Kudus menjadi contoh wilayah lain," terang Galuh.

Sebelumnya, Bupati Kudus HM Hartopo menyebut Kabupaten Kudus seharusnya masuk di PPKM Level 2 bukan Level 4. Hal itu terlihat dengan penurunan kasus aktif Corona di Kota Kretek.

"Level 4 sendiri itukan kategorinya dari Pak Luhut, kalau kita sendiri itu sudah masuk level 2. Karena dari indikator kasus harian kasus kematian, kasus di rumah sakit sangat minim sekali," kata Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui selepas acara bansos di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Senin (26/7).

(ams/rih)