Ditutup Saat PPKM Darurat, Seluruh Jalan di Karanganyar Kini Dibuka

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:00 WIB
Suasana Jalan Lawu, Karanganyar, yang kembali dibuka aksesnya, Senin (26/7/2021).
Suasana Jalan Lawu, Karanganyar, yang kembali dibuka aksesnya, Senin (26/7/2021). Foto: Andika Tarmy/detikcom
Karanganyar -

Seluruh ruas jalan di wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang sebelumnya ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat, kini telah dibuka kembali. Pembukaan akses jalan ini akan kembali dievaluasi dua hari mendatang.

"Semuanya sudah dibuka, untuk sementara nggak ada (jalan) yang ditutup," ujar Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Sarwoko, saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2021).

Sarwoko menyebut setidaknya ada 10 titik penyekatan selama pelaksanaan PPKM Darurat lalu. Kesepuluh titik tersebut yakni di simpang tiga Sroyo, flyover Palur, simpang empat Papahan, jalan Lalung, jalan Adi Sucipto, Cemoro Kandang dan empat exit tol meliputi exit tol Ngasem, Klodran, Gondangrejo dan Kebakkramat.

"Empat titik exit tol kita mulai buka Minggu (25/7) pukul 18.00 WIB, sementara penyekatan jalur-jalur protokol kita mulai buka Senin (26/7) pukul 00.00 WIB," jelasnya.

Pembukaan akses jalan ini, lanjut Sarwoko, akan berlangsung 24 jam penuh. Artinya, praktis sama sekali tidak penutupan jalan di wilayah Kabupaten Karanganyar.

"Intinya kita mau lihat dengan beberapa hari PPKM Darurat, kemudian kemarin sempat diperpanjang lagi, itu kan sudah lama. Maksud kita adalah untuk memberi kesempatan kepada warga masyarakat," kata dia.

Menurut Sarwoko, kebijakan pembukaan akses jalan ini akan dievaluasi dalam dua hari ke depan. Jika dampaknya membuat penyebaran COVID-19 makin naik, bisa saja ruas-ruas jalur tersebut ditutup kembali.

"Supaya masyarakat paham, kita kasihan juga sudah sekian lama ditutup. Intinya seperti presiden mengatakan, terkait penyebaran kita antisipasi namun perekonomian tetap jalan. Tapi prioritasnya kan tetap keselamatan semuanya dulu. Makanya nanti kalau ada peningkatan nanti kembali kita batasi (mobilitas warga)," pungkasnya.

(rih/mbr)