Keluarga Pasien Corona Ancam Nakes RSUD Solo, Polisi Periksa 6 Saksi

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 16:19 WIB
Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak, Minggu (4/7/2021).
Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak, Minggu (4/7/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Keluarga pasien virus Corona atau COVID-19 mengancam tenaga kesehatan (nakes) RSUD Kota Solo atau RSUD Ngipang berbuntut panjang. Saat ini sudah ada enam orang yang dimintai keterangan oleh polisi soal peristiwa tersebut.

"Proses lidik dan sidik masih berlangsung, pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih berlangsung," terang Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada detikcom, Jumat (23/7/2021).

Ade menjelaskan sampai dengan saat ini ada enam orang saksi yang diperiksa terkait kasus pengancaman nakes RSUD Ngipang Solo itu.

"Jumlah saksi yang yang sudah diperiksa sebanyak enam orang," jawab Ade tanpa merinci siapa saja saksi yang dimintai keterangan.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/7) pukul 09.00 WIB kemarin. Kasus pengancaman itu bermula karena suami almarhumah menolak jenazah istrinya dimakamkan dengan protokol COVID-19.

Plt Direktur RSUD Kota Solo, Niken Yuliani Untari, mengatakan ancaman tidak berujung pada kekerasan fisik. "Tidak sampai pemukulan, hanya ancaman mengarah pada kekerasan kepada dua dokter, satu perawat dan satu bidan kami," kata Niken saat dihubungi wartawan, Kamis (22/7).

Sementara itu, polisi memastikan kasus ini bakal diusut. Polresta Solo juga sudah meminta keterangan dari korban maupun pelaku pengancaman. Polisi pun memastikan bakal melindungi para nakes yang bekerja untuk menangani pandemi Corona.

"Pengancaman sudah ada unsur pidananya dan kami sudah memintai keterangan terhadap nakes yang ada," terang Ade kemarin.

"Tindakan yang kami lakukan ini dalam rangka melindungi seluruh nakes. Jangan ada ancaman kepada nakes, nakes sudah bekerja keras untuk ini. Polri sebagai representasi negara akan hadir memberikan perlindungan kepada seluruh nakes yang melakukan tindakan mulia," tegas dia.

Simak juga video 'Angka Kematian Corona RI Rekor Lagi, Per 23 Juli Ada 1.566 Kasus':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)