Tolak Pemakaman Prokes, Keluarga Pasien Corona Ancam Nakes RSUD Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 16:26 WIB
Ilustrasi pemakaman COVID
Ilustrasi pemakaman (Ilustrator: Edi Wahyono)
Solo -

Tenaga kesehatan (nakes) RSUD Kota Solo atau RSUD Ngipang mendapatkan ancaman dari keluarga pasien yang meninggal dunia terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Ancaman diberikan karena keluarga menolak pemakaman sesuai protokol COVID-19.

Plt Direktur RSUD Kota Solo, Niken Yuliani Untari, mengatakan kejadian berlangsung pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Dia menjelaskan ancaman tidak berujung pada kekerasan fisik.

"Tidak sampai pemukulan, hanya ancaman mengarah pada kekerasan kepada dua dokter, satu perawat dan satu bidan kami," kata Niken saat dihubungi wartawan, Kamis (22/7/2021).

Dia menjelaskan kejadian berawal saat suami almarhumah mendapat penjelasan dari petugas terkait pemulasaraan jenazah dengan prosedur COVID-19. Sebab, pasien tersebut terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan tes swab PCR dan dirawat beberapa hari di ICU.

"Ada seorang ibu yang meninggal positif COVID-19. Suaminya menolak untuk proses pemulasaraan secara prokes. Suaminya sebetulnya sudah tahu kalau istrinya COVID-19," ujar dia.

Kemudian pria berinisial J itu menandatangani penolakan pemakaman istrinya dengan protokol COVID-19. Jenazah pun diantar menuju rumah duka.

"Beliau menandatangani penolakan untuk prokes. Kemudian dari rumah sakit mengantarkan jenazah ke rumah duka," katanya.

Kemudian pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian atas masalah ini. Akhirnya pria tersebut kembali ke rumah sakit dan bersedia menjalani prosedur pemulasaraan jenazah COVID-19.

"Kalau dari kita tidak melapor ke polisi, tapi Pak Kapolres tadi ke sini. Kemudian suaminya tadi datang kembali dan meminta untuk pemakaman prokes," pungkas Niken.

(rih/sip)