Dindik Brebes Minta SD-SMP Siapkan Paket Beras untuk Bantuan PPKM

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 17:43 WIB
Poster
Ilustrasi PPKM Darurat COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Brebes -

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meminta SD dan SMP di wilayahnya agar menyiapkan paket beras untuk bantuan bagi warga terdampak perpanjangan PPKM Darurat. Jumlah bantuan yang diminta beragam, antara 20 sampai 50 paket beras.

Permintaan itu tersebar melalui pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Kepala Dindikpora Brebes, Sutrisno. Informasi yang diperoleh, pesan itu beredar pada Rabu (21/7) kemarin.

Dalam surat tersebut menyebutkan, setiap SD dimintai bantuan 20 paket beras dengan harga tiap paket Rp 50 ribu, sehingga totalnya tiap SD Rp 1 juta. Sedangkan untuk tingkat SMP masing-masing diminta bantuan 50 paket beras, sehingga masing-masing SMP Rp 2,5 juta.

Kemudian, untuk sekolah yang jumlah siswanya antara 100-200 anak, bantuan yang dibebankan 10 paket beras atau sekitar Rp 500 ribu. Sementara untuk SD yang jumlah siswanya kurang dari 100 anak, tidak diwajibkan membantu warga terdampak PPKM Darurat.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dindikpora Brebes, Sutrisno, membenarkan terkait permintaan bantuan paket beras tersebut. Permintaan itu dibebankan kepada ASN.

"Ya terkait instruksi itu memang untuk guru SD dan SMP," kata Sutrisno kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk membantu warga terdampak PPKM Darurat. Teknis pengumpulan sumbangan itu dilakukan di masing-masing wilayah kerja guru.

"Tujuannya sebagai kepedulian terhadap warga yang terdampak COVID-19. Soal teknisnya nanti dikumpulkan di masing-masing wilayah, baik di wilayah utara, tengah dan selatan," jelas Sutrisno.

Ditemui terpisah, Bupati Brebes Idza Priyanti menegaskan permintaan paket beras itu dibatalkan. Hal ini lantaran sudah ada bantuan beras dari berbagai perusahaan, pemerintah daerah, BUMD, Kemensos, dan lainnya. Bantuan tersebut dianggap sudah mencukupi untuk membantu warga terdampak PPKM Darurat.

"Hari ini kita batalkan (permintaan bantuan sekolah). Karena ini sudah ada bantuan dari CSR berbagai perusahaan, pemerintah daerah, BUMD, Kemensos, dan lainnya insyaallah mencukupi," kata Idza.

(rih/ams)