Amplop Bansos Bernama Bupati Karanganyar-Istri Akhirnya Diganti Begini

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 15:54 WIB
Amplop bansos Karanganyar bertulis nama istri bupati
Amlop bansos sebelum diganti, bertuliskan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono dan istrinya. (Foto: Istimewa)
Karanganyar -

Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop UKM) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah akhirnya menghentikan penggunaan amplop bantuan sosial (bansos) bertuliskan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono dan istrinya Siti Khomsiyah. Bansos tunai hari ini diberikan dengan menggunakan amplop polos.

"Tidak hanya hari ini. Kemarin, begitu mengetahui (amplop bertuliskan nama bupati dan istri), kami langsung setop. Kami ganti dengan amplop polos," ujar Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi, kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Martadi menyebut, saat dihentikan amplop bansos tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) terdampak PPKM Darurat bertuliskan nama bupati dan istri tersebut baru terbagi kepada sekitar 300 PKL. Setelah itu, sisanya seluruhnya menggunakan amplop polos.

Martadi mengatakan, sasaran bansos tunai yakni 840 PKL dan pelapak nonpermanen terdampak PPKM. Para penerima yang belum mengambil jatahnya pada hari Senin (19/7), diperbolehkan mengambil hari ini.

"Jumlah pastinya yang mengambil hari ini, saya belum dapat laporan. Namun dipastikan semuanya menggunakan amplop polos," ungkapnya.

Martadi sendiri menyebut penggunaan amplop bertuliskan nama bupati dan istri tersebut sebagai kekeliruan. Dirinya mengaku tidak mengetahui stafnya memakai amplop tersebut saat pembagian bansos tunai.

"Saya tidak cek sampai ke sana. Begitu dapat laporan langsung saya hentikan saya ganti (amplop polos)," kata dia.

Sumber Dana Bansos dari Baznas Karanganyar

Martadi membenarkan sumber dana bantuan sosial tersebut berasal dari Baznas Karanganyar. Pihaknya akan membuat berita acara penyerapan anggaran dan melaporkannya ke Baznas.

"Dana Rp 300 juta setara untuk 1.000 PKL. Yang terdata di kami ada 840 PKL. Nanti jika ada PKL yang belum terdata bisa diambilkan dari sisanya. Semuanya akan kami laporkan," terang dia.

Salah seorang PKL menunjukkan amplop polos bansos tunai di kantor Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Kamis (22/7/2021).Salah seorang PKL menunjukkan amplop polos bansos tunai di kantor Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Kamis (22/7/2021). Foto: Istimewa

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah, memberikan bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp 300 ribu kepada ratusan PKL terdampak PPKM Darurat. Sumber dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Namun di amplop, tertera tulisan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono dan istrinya, yang juga anggota DPRD setempat, Siti Khomsiyah.

Pembagian bansos tunai tersebut dilakukan di kantor Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, pada Senin (19/7). Tak kurang dari 840 PKL terdampak PPKM Darurat mendapatkan bantuan masing-masing Rp 300 ribu.

Saat diterima para pedagang, amplop berisi bantuan tunai tersebut bertuliskan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono serta istri bupati yang juga anggota DPRD Karanganyar Siti Khomsiyah.

"Iya sumbernya dari Baznas, totalnya Rp 300 juta. Memang ada pos untuk penanggulangan bencana, karena Baznas juga diinstruksikan supaya kita tanggap terhadap bencana ini," ujar Ketua Baznas Karanganyar Sugiyarso saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/7).

Simak juga 'LaporCOVID-19 Bicara Soal Potensi Praktik Korupsi di Dunia Kesehatan':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)