Bupati Karanganyar soal Nama Istrinya di Bansos: Mungkin Kehabisan Amplop

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 16:51 WIB
Amplop bansos Karanganyar bertulis nama istri bupati
Amplop bansos Karanganyar tertera nama istri bupati. (Foto: Istimewa)
Karanganyar -

Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah, memberikan bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp 300 ribu bagi ratusan PKL terdampak PPKM Darurat. Sumber dananya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tapi yang tertulis di amplop justru nama Bupati Karanganyar dan istrinya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyebut hal ini sebagai kekeliruan saja.

"Soal amplop ya anggap saja keliru, ya nggak papa. Wong bukan dari mana-mana, bisa diganti. Saya suruh ganti besok," ujar Juliyatmono, Rabu (21/7/2021).

Dia mengaku tidak memerintahkan bawahannya untuk mencantumkan nama istrinya dalam amplop bansos tunai untuk PKL tersebut.

"Tidak ada (perintah). Kan dulu (tulisannya) kan juga bupati. Supaya digantilah kalau perlu bupati atau mungkin juga Baznas nggak papa karena itu bantuan yang bukan dari APBD," imbuh bupati yang telah dua periode menjabat tersebut.

Namun demikian, Juliyatmono mengaku tak tahu-menahu alasan bawahannya memakai amplop bertuliskan nama dia dan istrinya untuk membungkus uang bansos dari dana Baznas tersebut.

"Mungkin kan kehabisan amplop atau apa, gak tahu. (Seharusnya) Amplopnya (tulisannya) ya bupati lah, besok harus bupati," bebernya.

"Masyarakat sudah tahu kalau itu dari Baznas, kita kan minta (dana Baznas) itu. Bahwa kemarin saya, lho kok amplopnya (begitu), ya besok digantilah. (Tulisannya) Dari bupati ya boleh, dari Baznas juga boleh," imbuhnya.

Yuli menyebut, pihaknya secara pribadi juga memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi. Bantuan berbentuk beras tersebut disalurkan melalui Satpol PP.

"Dan saya juga bantu beras 5 kilogram-an, yang saya titipkan ke Satpol PP. Itu (bantuan) pribadi, itupun tulisannya bupati bukan Juliyatmono. Dipakai untuk bantu-bantu, (Satpol PP) sambil menertibkan ngasih sesuatu. Apa yang bisa saya lakukan, saya lakukan," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Baznas Karanganyar mengakui bahwa sumber dana bansos tersebut dari lembaganya.

"Iya sumbernya dari Baznas. Totalnya Rp 300 juta. Memang ada pos untuk penanggulangan bencana, karena Baznas juga diinstruksikan supaya kita tanggap terhadap bencana ini," ujar Ketua Baznas Karanganyar, Sugiyarso.

Sugiyarso menyebut, dana bantuan tersebut cair usai Baznas berkoordinasi dengan Pemkab Karanganyar. Meski begitu, pihaknya mengaku tidak tahu-menahu terkait pencantuman nama istri bupati dalam amplop bantuan tunai tersebut.

Sementara itu, Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi, mengakui soal amplop bertuliskan nama bupati dan istri tersebut. Pihaknya mengaku keliru dan sudah mengganti amplop yang digunakan untuk membagikan bansos tunai tersebut.

"Saya akui saya kurang mengontrol. Saya tidak mengontrol sejauh itu. Saya terimakasih diingatkan," kata Martadi.

Simak juga 'Pelaku Penipuan Berkedok Bansos PPKM Diringkus Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/rih)