Ada Nama Istri Bupati Karanganyar di Amplop Bansos dari Dana Baznas

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 16:23 WIB
Amplop bansos Karanganyar bertulis nama istri bupati
Amplop bansos Karanganyar bertuliskan nama istri Bupati. (Foto: dok. Istimewa)
Karanganyar -

Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah, memberikan bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp 300 ribu kepada ratusan PKL terdampak PPKM darurat. Di amplop, tertera tulisan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono dan istrinya, yang juga anggota DPRD setempat, Siti Khomsiyah.

Pembagian bansos tunai tersebut dilakukan di kantor Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar, sejak Senin (19/7). Tak kurang dari 840 PKL terdampak PPKM darurat mendapatkan bantuan masing-masing Rp 300 ribu.

Saat diterima para pedagang, amplop berisi bantuan tunai tersebut bertuliskan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono serta istri Bupati yang juga anggota DPRD Karanganyar Siti Khomsiyah.

Selain tulisan nama Bupati dan istri, hanya tertera keterangan alamat dan kantor Bupati di sisi kiri kanan amplop berwarna putih tersebut. Sedangkan logo Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sama sekali tak dicantumkan.

"Iya sumbernya dari Baznas. Totalnya Rp 300 juta. Memang ada pos untuk penanggulangan bencana, karena Baznas juga diinstruksikan supaya kita tanggap terhadap bencana ini," ujar Ketua Baznas Karanganyar Sugiyarso saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/7/2021).

Sugiyarso menyebut, dana bantuan tersebut cair setelah Baznas berkoordinasi dengan Pemkab Karanganyar. Meski begitu, pihaknya mengaku tidak tahu-menahu terkait pencantuman nama istri Bupati dalam amplop bansos tunai tersebut.

"Saya belum ngecek. Saya belum tahu. Kalau Pak Bupati, beliau kan memang Ketua Penanggulangan COVID. Yang penting perjanjiannya dari Baznas. Kalau menyerahkan, kan orang lain boleh menyerahkan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi, mengakui soal amplop bertuliskan nama Bupati dan istrinya tersebut. Pihaknya mengaku keliru dan sudah mengganti amplop yang digunakan untuk membagikan bansos tunai tersebut.

"Saya akui saya kurang mengontrol. Saya tidak mengontrol sejauh itu. Saya terima kasih diingatkan," kata Martadi.

"Sewaktu pembagian bansos Senin (19/7) kemarin itu, begitu saya tahu (tentang amplop tersebut) langsung saya hentikan, saya ganti. Jadi tidak semua dapat amplop (bertuliskan nama Bupati dan istri) tersebut," imbuhnya.

Terpisah, Bupati Karanganyar Juliyatmono menjawab ringan saat dimintai tanggapan mengenai tulisan di amplop bansos tersebut.

"Ya besok digantilah. (Tulisannya) dari Bupati ya boleh, dari Baznas juga boleh," kata Juliyatmono, yang menjabat dua periode.

Simak juga 'Buka-bukaan Jokowi soal Dana Bantuan untuk COVID dan Realisasinya':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/rih)