Dinkes Ungkap 3 Sampel Corona Varian Delta yang Diuji UGM dari Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 14:58 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut COVID-19 varian Delta telah masuk di wilayahnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengaku jika 3 dari 20 sampel varian Delta yang diuji UGM berasal dari Bantul.

"Jadi begini, kalau DIY menyampaikan 20 varian Delta itu kan sampelnya pasti dari kabupaten/kota. Jadi artinya bahwa sudah masuk ke DIY, nah kalau DIY ada pasti semua wilayah sudah terjadi," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja saat ditemui di Kantor Dinkes Bantul, Kapanewon Bantul, Rabu (21/7/2021).

Agus mengakui belum tahu sebaran kasus varian Delta. Namun, dia memastikan 3 dari 20 sampel yang diuji dilaboratorium mikro UGM berasal dari Bantul.

"Saya dapat feedback dari laboratorium mikro UGM itu ada 3 kasus atau 3 sampel dari Bantul yang terkonfirmasi positif varian delta. Itu terdiri dari 2 anak-anak dan 1 dewasa," ucapnya.

"Tapi kita pastikan 3 itu saat ini negatif semua, karena sudah di-PCR dan hasilnya negatif," imbuhnya.


Lebih lanjut Agus menyebut ketiga sampel yang diuji ke laboratorium itu memang yang sudah dicurigai virus Corona varian Delta.

"Jadi 3 itu (kasus varian Delta) muncul dari sampel-sampel yang kita curigai dan diperiksa di WGS UGM. Nah, saat kirim ke laboratorium kami lampiri syarat-syarat seperti anak-anak, sudah 2 kali vaksinasi COVID-19 masih positif, penyintas pernah positif lagi dan CT value di bawah 25," ujarnya.

"Bahkan yang habis perjalanan dari luar negeri juga kita masukkan ke (WGS) UGM. Yang jelas 3 sampel yang dikirimkan itu CT value di bawah 25," lanjut Gus Bud.

Gus Bud pun meminta masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan 5 M. Hal ini demi mengurangi penyebaran Corona varian Delta.

"Jadi gini, sekali lagi kalau Pemerintah menyikapinya dengan PPKM Darurat beserta segala instrumennya, tapi kami di hilir tentu akan berjuang bagaimana memaksimalkan fasilitas kesehatan seperti jumlah tempat tidur, shelter-shelter diaktifkan dan dikembangkan," katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengantisipasi penyebaran varian Delta dengan mempercepat vaksinasi.

"Selanjutnya obat-obatan agar selalu tersedia dan mempercepat vaksinasi COVID-19. Sesuai dengan arahan gubernur dan Presiden bahwa memungkinkan menggunakan stok untuk dosis 2 Sinovac akan dipakai untuk dosis 1 sambil menunggu kiriman," ujar Gus Bud.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan varian Delta telah masuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Varian yang berasal dari India ini menjadi salah satu penyebab kenaikan pesat kasus positif di DIY.

"Hasil whole genome sequencing (WGS) SARS-COV-2 menggunakan metode amplican-based dari spesimen COVID-19 yang dilaksanakan Laboratorium WGS Pokja Genetik FK-UGM dengan 25 sampel bulan Juni dan Juli, 20 orang terpapar varian Delta, 11 kasus dewasa dan 9 kasus," kata Sultan melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/7).

Sultan mengatakan uji pengetesan ini dilakukan pada tanggal 5 Juli 2021. Selanjutnya, hasil pengetesan dilaporkan oleh Dekan FK-KMK Universitas Gadjah Mada kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 2021.

"Adapun Pemda DIY menerima laporan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 14 Juli 2021," kataSri Sultan Hamengku Buwono X.

Simak juga 'Daftar Sebaran Varian COVID-19 di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)