Semangat Berbagi dalam Seporsi Soto Kuali untuk Warga Isoman di Sleman

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 14:34 WIB
Berbagi lewat seporsi soto kuali untuk warga isolasi mandiri
Berbagi lewat seporsi soto kuali untuk warga isolasi mandiri. (Foto: dok. pribadi Ahmad Mujaidin 'Soto Kuali Dasinem')
Sleman -

Pandemi virus Corona atau COID-19 sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun, tapi hingga saat ini masih belum ada tanda melandai. Kian banyak warga yang terpapar COVID-19, begitu pun mereka yang menjalani isolasi mandiri.

Semangat gotong royong kini jadi yang utama. Gerakan warga jaga warga menjadi salah satu semangat untuk saling menguatkan menghadapi pandemi COVID.

Salah satunya warga Pogung Dalangan, Kapanewon Mlati, Sleman, Ahmad Mujaidin (42) yang berinisiatif untuk menjaga warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Mulai Kamis (15/7) kemarin, ia membagikan sekitar ratusan porsi soto gratis bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.

"Mulainya Kamis (15/7) kemarin. Setiap hari 200 porsi. Tapi di praktiknya ternyata lebih," kata Ahmad saat dihubungi wartawan, Jumat (16/7/2021).

"Kita juga turut prihatin dengan adanya PPKM ini jadi kita penginnya membantu sedikit untuk mereka yang isoman," tambahnya.

Gerakan sosial yang ia lakukan baru sebatas di satu lokasi yakni Kapanewon (kecamatan) Sleman. Di kecamatan itu ada 5 kalurahan (desa).

"Jadi untuk rencana itu kita baru levelnya baru tingkat Kecamatan Sleman. Jadi kita itu di Kecamatan Sleman ada 5 kalurahan, jadi target kita 1.000 itu nanti per kalurahan kita 200 (porsi)," ungkap pria yang juga merintis warung Soto Kuali Dasinem ini.

Saban hari, ia harus bangun lebih awal untuk persiapan. Mulai pukul 03.00-03.30 WIB di warung Soto Kuali Dasinem Jalan Turi-Sleman KM 2, Jogokerten, Trimulyo, Sleman. Kemudian, bersama rekan-rekannya melakukan packing dan mengantar soto tersebut ke warga dalam keadaan masih hangat.

"Kebetulan ada temen-temen yang bantu jadi lumayan cepatlah. Karena kita packing-nya juga pakai boks, bukan plastikan. Sotonya pakai plastik tapi jadi mendadak gitu biar sampai ke warga yang isoman itu posisinya masih hangat," ungkapnya.

Ahmad mengaku tidak sendiri, di belakangnya ada orang-orang baik yang ikut mendukung. Terutama soal donasi dalam bentuk uang.

"Ada bantuan dari teman-teman kemudian nanti dibelanjakan dan pribadi," katanya.

Tak kurang ada 9 orang yang ikut berpartisipasi mengantarkan soto ke warga dalam 2 sesi, untuk makan pagi dan makan siang. Adapun setiap porsi ada nasi, soto daging, tahu, tempe, kerupuk dan sambal.

"Kita positive thinking, kita siapa yang menghubungi kita terus di nomor kita ini ya nanti kita bagi. Jadi nanti sistemnya mendistribusikan ke misalnya Pak RW/RT atau dukuh nanti yang membagikan mereka. Karena juga keterbatasan anggota kita di lapangan kasihan juga kalau nggak seperti itu," urainya.

Selengkapnya soal kisah semangat berbagi dalam seporsi soto...