Tim Pemakaman Jenazah Corona di Sleman Mulai Kewalahan!

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 13:46 WIB
Video pemakaman diduga pasien COVID-19 di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ramai diperbincangkan. Dalam video tersebut, tampak petugas berpakaian APD lengkap harus menyeberangi sungai, melewati pematang sawah hingga berjalan sejauh satu kilometer untuk memakamkan pasien positif COVID-19.
Ilustrasi. Foto pemakaman dengan protokol Corona di Wonogiri. (Foto: dok BPBD Wonogiri)
Sleman -

Tim Dekontaminasi, Pemakaman dan Pemulasaraan Jenazah COVID-19 BPBD Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai kewalahan memakamkan jenazah dengan protokol virus Corona atau COVID-19. Bahkan dalam satu tim bisa memakamkan hingga 3 jenazah dalam sekali berangkat. Bagaimana perjuangannya?

Koordinator Posko Dekontaminasi COVID-19 BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto, mengatakan di Tim Dekontaminasi, Pemakaman dan Pemulasaraan Jenazah COVID-19 BPBD Sleman terdapat 7 regu yang bertugas. Masing-masing regu setidaknya ada 6-7 personel. Namun dengan lonjakan seperti ini, ia masih merasa kewalahan. Sebab, untuk 1 regu bisa memakamkan hingga tiga jenazah dalam sekali perjalanan.

"Iya kita kewalahan, makanya kita atur strategi karena bisa sampai 3-4 kali pemakaman untuk 1 regu," kata saat dihubungi wartawan, Kamis (1/7/2021).

"Jadi kalau kita menunggu satu-satu lama. Kita ambil rute yang kita lalui, jadi nanti ada yang pemakamannya berapa kita langsung. Misalnya, kita ambil rumah sakit, kita makamkan, kita ambil rumah sakit lagi kita makamkan kita istirahat, lalu gantian tim lainnya," tambahnya.

Menurut Lilik banyak permintaan pemakaman jenazah baik dari rumah sakit maupun warga. Tujuh regu pemakaman yang disiapkan bekerja selama 24 jam. Hal tersebut memengaruhi kondisi para relawan yang terlibat dalam aksi kemanusiaan itu.

"Jadi kita gantian, kadang bisa kita makamkan langsung 4. Kemarin sempat kehabisan orang juga," ucapnya.

Sejauh ini, mayoritas pemakaman dengan protokol COVID-19 dilakukan oleh BPBD Sleman. Walaupun beberapa pemakaman turut dibantu oleh tim pemakaman dari kalurahan.

"Juni itu ada 15 an pemakaman dengan protokol COVID-19 yang dimakamkan oleh komunitas desa, lumayan membantu," ungkapnya.

Hanya saja, dari 86 kalurahan, baru sedikit yang memiliki tim pemakaman jenazah pasien COVID-19. Sebab, menurut Lilik, belum semua masyarakat berani memakamkan jenazah COVID-19.

"Dari kalurahan itu ada juga tim yang memakamkan, tapi belum semua. Kemarin ada di daerah Moyudan, Berbah, Prambanan. Tapi belum banyak. Kita masih kewalahan tapi kita masih eksis dengan menjaga kesehatan dan stamina. Kendalanya untuk desa, ada yang tidak berani," sebutnya.

Ia berharap, masyarakat bisa membantu dalam proses pemakaman. Setidaknya setiap desa ada tim pemakaman sendiri.

"Kalau kondisi seperti ini harapannya desa-desa siap membantu kita, misalnya ada pemakaman di satu kapanewon ada 4 bisa dibantu 2 sudah lumayan meringankan, harapannya gitu setiap desa sudah ada tim pemakaman," tutupnya.

Sementara itu, sepanjang bulan Juni terjadi lonjakan kasus kematian. Tim pemakaman BPBD Sleman, kata dia, sudah memakamkan 250 jenazah dengan protokol COVID-19.

"Sepanjang Juni 250 pemakaman dengan protokol COVID-19. Kemarin ada 39 meninggal saat isolasi mandiri. Kemudian sampai jam 10 hari ini sudah ada 16 jenazah yang dimakamkan," kata Lilik.

Simak video 'Menkes Budi: Vaksin Saja Tidak Cukup Lawan Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)