ADVERTISEMENT

Jelang PPKM Darurat Pedagang Alun-alun Selatan-Kentandan Yogya Tutup Duluan

Heri Susanto - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 13:07 WIB
Poster
(Foto: Edi Wahyono)
Yogyakarta -

PPKM Darurat baru akan diberlakukan Pemerintah mulai 3 Juli, namun sejumlah pedagang di beberapa lokasi di Kota Yogyakarta sudah lebih dulu menutup kegiatannya mulai hari ini. Pemkot menyebut penutupan lapak-lapak tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama.

Surat imbauan kepada pedagang di kawasan pertokoan Ketandan, Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan dan Alun-Alun Selatan, dari Mantri setempat untuk menghentikan aktivitas jual beli selama seminggu mulai tanggal 1 Juli 2021, beredar luas. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyebutnya sebagai pendekatan persuasif Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta.

"Kami lakukan langkah persuasif dengan pendekatan dari Satgas Kelurahan, Kemantren, Polsek,dan Koramil menjalin kekompakan dengan masyarakat. Sebagai momentum untuk memperketat protokol kesehatan (prokes)," kata Heroe saat diwawancarai di Balai Kota, Kamis (1/7/2021).

Heroe menjelaskan, dari langkah persuasif ini pula yang kemudian masyarakat di Ketandan, Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, sepakat menutup aktivitas jual beli. Hal tersebut mereka lakukan setelah adanya empat karyawan toko yang dinyatakan positif.

"Tokoh masyarakat setempat mendengar karyawan toko ada yang positif kemudian menelusuri bersama Mantri, Lurah, Polsek, dan Danramil setempat. Hasilnya, mereka bersepakat untuk tidak berjualan terlebih dahulu yang isinya himbauan dari Kemantren," jelasnya.

Kesepakatan tersebut, kata Heroe, juga menjadi momentum bagi pertokoan setempat untuk memperbaiki prokes. Baik soal sekat antara penjual, pembeli, maupun transaksi uang yang bisa menjadi media penularan virus COVID-19.

"Begitu pula untuk PKL di Alun-alun Selatan dan kawasan Kemantren Kraton. Selain kesepakatan dari Keraton, juga merupakan kesepakatan bersama warga dan pelaku pariwisata. Jika ada yang positif untuk menutup kawasan," imbuhnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT