ADVERTISEMENT

Stamina Menurun, 91 Nakes Kulon Progo Kena Corona dalam 2 Pekan

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 12:13 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, saat memberikan keterangan pers, Rabu (16/6/2021).
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, saat memberikan keterangan pers, Rabu (16/6/2021). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Sebanyak 91 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 dalam 2 pekan terakhir. Meningkatnya beban kerja nakes seiring dengan melonjaknya jumlah kasus Corona di kabupaten ini menjadi penyebabnya.

"Dalam 2 pekan ini kami catat ada 91 (nakes) yang terkonfirmasi. Kasus terbanyak di RSUD Wates ada 56, kemudian, Puskesmas Wates sebanyak 13, Puskesmas Kokap 1 ada 9, Puskesmas Nanggulan 6, Puskesmas Sentolo 1 ada 5 dan Panjatan 1 ada 2," ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, dalam jumpa pers via daring, Kamis (1/7/2021).

Selain itu, lanjut Baning masih ada sebanyak 89 nakes di Kulon Progo menunggu hasil Rapid Diagnostik Tes (RDT) PCR maupun Antigen. Para nakes ini sebelumnya masuk dalam radar kontak erat kasus positif. Beberapa di antaranya dilakukan RDT karena menunjukkan gejala terpapar Corona, seperti demam, batuk dan pilek.

Baning menyebut penyebab banyak nakes terkena Corona karena meningkatnya beban kerja mereka. Saat ini nakes lanjut Baning, memiliki banyak tugas yang harus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan, meliputi pemberian vaksin, melakukan tracing kontak erat kasus positif dan memantau penerapan isolasi mandiri. Akibatnya stamina para nakes terkuras sehingga rentan tertular Corona.

"Dalam kondisi stamina turun, risiko terjadinya penularan tinggi," ucapnya.

"Ditambah beberapa rekan kami tertular dari lingkungan rumah, baik itu keluarga, tetangga maupun teman-temannya. Akibatnya ada yang sakit, dan bergejala namun terpaksa tetap masuk kerja karena jumlah tenaganya sangat minimal. Sehingga menular ke nakes lain di tempat kerjanya," imbuh Baning.

Kasus Corona Terus Menanjak

Baning mengungkapkan penambahan kasus harian COVID-19 di Kulon Progo menunjukkan trend meningkat. Dari yang sebelumnya di bawah 100 kasus per hari, kekinian mencapai lebih dari 150 kasus harian.

"Kita tahu bahwa dalam beberapa hari terakhir telah terjadi peningkatan kasus dari sebelumnya di bawah 100 jadi meningkat rata-rata lebih dari 150 per hari. Lonjakan ini dimulai pada 25 Juni dengan 117 kasus, dan tertinggi pada 26 Juni sebanyak 295 kasus," ujarnya.

Sedangkan jumlah kasus per Rabu (30/6/2021) kemarin ada penambahan sebanyak 205, terdiri dari 71 kasus positif berdasarkan hasil SWAB PCR dan 134 hasil positif SWAB Antigen. Adapun akumulasi kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo kini sebanyak 8.579. Rinciannya 172 masih isolasi di rumah sakit, 2.152 isolasi mandiri, 5.570 selesai isolasi, 537 sembuh dan 148 meninggal dunia.

Baning menjelaskan meningkatnya jumlah kasus baru di Kulon Progo tak lepas dari masifnya upaya tracing kontak erat kasus terkonfirmasi positif virus Corona. Dijelaskan dalam 1 kasus, Satgas bisa mendapatkan sedikitnya 4 kontak erat. Sementara itu positif rate dari kontak erat dapat mencapai 50 persen.

"Jadi kalau ada 100 kasus maka yang di-tracing setidaknya bisa 350 orang, dengan positif rate di angka 50 persen. Jadi dari separuh yang diperiksa itu positif. Meskipun beberapa ada yang memang bergejala bukan karena tracing," jelasnya.

(sip/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT