Jelang PPKM Darurat, Gibran Siapkan 8 Titik Karantina Terpusat Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 17:17 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Sabtu (26/6/2021).
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Sabtu (26/6/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Pemerintah pusat akan memulai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di enam provinsi. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mulai menyiapkan sejumlah tempat karantina COVID-19 terpusat.

Ada delapan tempat karantina terpusat yang tersebar di lima kecamatan di Solo. Salah satunya ialah gedung Grha Wisata Niaga yang pernah dipakai sebagai rumah karantina pemudik tahun lalu.

Gibran mengatakan karantina terpusat dilakukan untuk mengendalikan angka kasus COVID-19 yang banyak muncul dari klaster keluarga. Menurutnya, banyak masyarakat tidak tertib saat melakukan isolasi mandiri.

"Terutama yang isolasi mandiri itu belum tertib semua. Makanya saya siapkan 8 tempat baru untuk isolasi. Di semua kecamatan, Banjarsari saya kasih dua, Grha Wisata diaktifkan lagi. Dikasih kesempatan isolasi mandiri kok malah keluar rumah," kata Gibran, Rabu (30/6/2021).

Mengenai petunjuk teknis pelaksanaan PPKM Darurat, Gibran mengaku belum mengetahui. Dia masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"Nunggu instruksi pusat, dari Pak Menkes juga. Tapi tadi saya siapin juga. Soale peningkatan di Solo juga cukup tinggi," ujarnya.

Sebelumnya, Gibran sudah mengambil sejumlah kebijakan pengetatan, seperti penutupan objek wisata dan membatasi operasional mal hingga usaha kuliner. Selain itu, Gibran juga akan menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Keadaannya seperti ini, terpaksa ditunda dulu. Yang jelas kita komitmen agar anak-anak bisa sekolah dengan nyaman. Nanti kan udah ada instruksi untuk memvaksin anak usia 12-17 tahun. Kita tunda dulu lah (PTM)," kata Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (30/6).

Menurutnya, kondisi COVID-19 Solo sudah membahayakan. Dia mengatakan masih banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan.

"Dah bahaya. Setiap hari saya temukan warga nggak pakai masker, anak-anak nggak pakai masker. Dikasih tahu ngeyel. Tapi nggak apa-apa, kita tegakkan lagi prokes. Memang harus diulang-ulang agar warga ingat," ujar dia.

(rih/sip)