Mbah Payem atau Mbah Galak, Penjual Ronde Legendaris Yogya Meninggal Dunia

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 16:36 WIB
Rumah duka mbah Payem atau Mbah Galak, penjual ronde legendaris Yogyakarta, Rabu (30/6/2021).
Rumah duka mbah Payem atau Mbah Galak, penjual ronde legendaris Yogyakarta, Rabu (30/6/2021). (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta -

Penjual wedang ronde legendaris di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta, yakni Mbah Payem atau kerap disapa Mbah Galak, meninggal dunia. Mbah Payem meninggal dengan usia 98 tahun, pada dini hari tadi.

Salah seorang anak Mbah Payem, Wartilah, menceritakan ibunya sudah sakit selama dua bulan terakhir. Mbah Galak hanya kadang-kadang menunggui anaknya, Waryani, berjualan ronde di Jalan Kauman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Sakit sepuh (tua) aja. Sudah dua bulan tidak berjualan. Sakit parahnya satu bulan," kata Wartilah ditemui di kediaman Mbah Payem, RW 06 RT 23 No 81 Kadipaten Kulon, Kelurahan Kadipaten, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Rabu (30/6/2021).

Dia mengungkap selama ini Mbah Payem jarang sakit. Sehingga Mbah Payem juga sangat jarang libur berjualan ronde.

"Simbok (Mbah Payem) jarang sakit. Paling banter (paling parah) nggak enak badan aja. Istirahat sehari dua hari sudah sembuh," tuturnya.

Mbah Payem Sakit Selama 2 Bulan

Selama sakit dua bulan terakhir, Mbah Payem juga sempat dibawa ke dokter. Anak-anaknya sempat khawatir, Mbah Payem sakit saat ada pandemi COVID-19.

"Tapi sudah dites sama dokter, katanya karena sudah sepuh. Ya akhirnya dibawa pulang. Dirawat di rumah," jelasnya.

"Harus digotong untuk ke kamar mandi. Satu bulan terakhir sakitnya langsung blek. Nggak bisa ke mana-mana," lanjut Wartilah.

Mbah Payem legenda wedang ronde ini, meninggalkan sembilan anak yang terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan, 22 cucu, dan 12 cicit. Jenazah Mbah Payem telah dikebumikan di permakaman setempat.

(sip/rih)