Perhatian Slur! Keterisian Isolasi Corona di Semarang Capai 82%

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 18:30 WIB
Walkot Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (15/6/2021).
Walkot Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (15/6/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Kota Semarang -

Kapasitas ketersediaan tempat tidur isolasi atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Corona di Kota Semarang, Jawa Tengah sudah mencapai 82 persen. Pemkot Semarang mengaku sedang berupaya menambah ruangan isolasi Corona.

"BOR ini 82 persen," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi kepada wartawan di kantornya, Semarang, Selasa (15/6/2021).

Hendi menjelaskan total ada 1.771 tempat tidur isolasi COVID-19 baik di rumah sakit atau tempat isolasi terpusat seperti rumah dinas Wali Kota Semarang yang dialihfungsikan jadi tempat isolasi.

Penambahan tempat tidur isolasi Corona terus diupayakan salah satunya dengan adanya tawaran dari kampus UIN dengan kapasitas 200 pasien. Selanjutnya ada juga bangunan rumah sakit baru yang belum keluar izin operasi akan dimanfaatkan dulu untuk isolasi dengan kapasitas 100 pasien.

Kemudian juga ada salah satu gereja di kawasan Pantai Marina yang akan dijadikan tempat isolasi dengan kapasitas 50 orang ditambah gedung diklat Kota Semarang dengan kapasitas 100 pasien.

"Dengan tambahan 450 (bed), BOR bisa turun. Sekarang itu ada RS yang hampir 100 persen, kalau ICU sudah ada yang 100 persen," kata dia.

Antrean diakui sempat terjadi ruang isolasi di rumah dinasnya. Namun menurut Hendi kondisi itu fluktuatif karena tingkat kesembuhan disebutnya tinggi.

"Itu fluktuatif. Jadi ada salah satu kerabat saya mau isolasi di sana. Saya telepon pPak Hakam (Kadinkes Semarang). Ini kok tadi malam kerabat saya mau masuk penuh, benar. Tapi paginya ada yang keluar 80 orang," ujarnya.

Hendi menjelaskan sebenarnya sudah menyiapkan tempat isolasi tambahan di Islamic Center Semarang sebanyak 120 kamar. Baru dibuka, 90 tempat tidur di antaranya langsung terisi pasien.

"Islamic center kan punya 120 tempat tidur, baru dibuka sudah 90 (bed terisi)," ujarnya.

Untuk diketahui saat ini ada 1.347 orang terkonfirmasi Corona di Semarang. Sebanyak 797 orang merupakan warga Kota Semarang sedangkan dari luar Semarang ada 550 orang.

"Dua minggu ini kenaikan luar biasa. Kita tahu Lebaran sehari dua hari angka 200-300, sekarang warga Semarang saja sudah 797," kata Hendi.

Hendi menegaskan warga harus mulai mau menerapkan kehidupan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Ini sudah masuk di lingkungan terdekat kita lho. Jadi lebih hati-hati. Ini tidak menakut-nakuti. Tapi kita harus lihat COVID ini barang baru di dunia termasuk Indonesia, Semarang. Sebarannya sangat cepat, kalau orang tidak menerapakan new normal, bisa kena," ujarnya.

Tonton Video: Kasus Corona Melonjak, Tempat Isolasi dan ICU Semarang Mulai Penuh

[Gambas:Video 20detik]




(sip/ams)