Corona Menggila, IGD-ICU RS Wongsonegoro Semarang Penuh

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 17:38 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Minggu (7/2/2021)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: Angling/detikcom)
Kota Semarang -

Jumlah kasus virus Corona di Kota Semarang mengalami kenaikan luar biasa selama dua pekan terakhir. Akibatnya ruang IGD dan ICU Corona di RS KRMT Wongsonegoro (RSWN) Semarang penuh.

"Pasien COVID sekitar 308. Ditambah di IGD 25 yang belum dapat tempat, kita tadi kekurangan karena full bener," ujar Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS KRMT Wongsonegoro (RSWN), Eko Krisnato, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Eko menerangkan ruang isolasi di rumah sakit ini ditambah yakni di Kamar Dewi Kunti. Kapasitas ruangan ini 38 sampai 40 pasien.

"Ini dulu digunakan untuk ibu hamil habis bersalin karena jumlahnya turun kita alih fungsikan untuk ruang isolasi. Kapasitas sekitar 38-40," kata dia.

Ia mengakui pasien di RSWN tidak hanya dari Kota Semarang tapi juga daerah sekitar. Dampaknya ruang ICU juga cepat penuh dan hampir setiap hari terisi 100 persen.

"ICU isolasi 50 (kapasitas). Hampir 100 persen full tiap hari karena ada rujukan baik dari Semarang dan luar," ujarnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi menambahkan data hari ini ada 1.347 pasien Corona di Semarang. Sebanyak 797 orang di antaranya merupakan warga Semarang dan 550 orang dari luar kota.

"Dua minggu ini kenaikan luar biasa. Kita tahu Lebaran sehari-dua hari angka 200-300, sekarang warga semarang saja sudah 797," kata Heri di kantornya, hari ini.

Tak hanya itu, dia mengungkap rumah dinasnya yang dijadikan tempat isolasi pasien Corona juga penuh. Meski kondisi itu fluktuatif dengan adanya pasien yang keluar dan masuk setiap harinya.

"Itu fluktuatif. Jadi ada salah satu kerabat saya mau isolasi di sana. Saya telepon Pak Hakam (Kadinkes Semarang). Ini kok tadi malam kerabat saya mau masuk penuh, benar. Tapi paginya ada yang keluar 80 orang," kata dia.

Ruang Isolasi di Semarang Akan Ditambah

Hendi menjelaskan sebenarnya sudah menyiapkan tempat isolasi tambahan di Islamic Center Semarang sebanyak 120 kamar yang 90 di antaranya langsung terpakai. Kemudian Gedung Diklat juga kembali disiapkan untuk tempat isolasi.

"Islamic center kan punya 120 tempat tidur, baru dibuka sudah 90 (bed terisi)," ujarnya.

Ia memaparkan total ada 1.771 tempat tidur isolasi Corona di Kota Semarang. Jumlah itu terdiri dari tempat isolasi maupun rumah sakit. Upaya penambahan ruangan terus dilakukan termasuk adanya tawaran dari kampus UIN dengan kapasitas 200 pasien.

Selanjutnya ada juga bangunan rumah sakit baru yang belum keluar izin operasinya, akan dipakai dulu untuk isolasi Corona dengan kapasitas 100 pasien. Ditambah dengan salah satu gereja di kawasan Pantai Marina dengan kapasitas 50 orang.

(sip/ams)