Kasus Corona Klaster Gathering Mahasiswa Untidar Magelang Bertambah

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 16:33 WIB
Pelaksanaan tes Corona terhadap peserta gathering mahasiswa program studi Teknik Sipil Universitas Tidar (Untidar) Magelang di Aula dr HR Suparsono, Selasa (15/6/2021).
Pelaksanaan tes Corona terhadap peserta gathering mahasiswa program studi Teknik Sipil Universitas Tidar (Untidar) Magelang di Aula dr HR Suparsono, Selasa (15/6/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang -

Jumlah mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah yang terkonfirmasi positif Corona atau COVID-19 dari klaster gathering bertambah. Untuk memutus mata rantai penyebaran, puluhan orang kontak eratnya menjalani tes swab antigen dan PCR.

Test swab antigen dan PCR tersebut dilakukan terhadap mahasiswa program studi Teknik Sipil, Untidar yang mengikuti acara gathering. Tes yang diikuti 87 orang itu berlangsung di Aula dr HR Suparsono.

Kepala Puskesmas Magelang Utara dr Istikomah mengatakan yang terdata menjadi peserta gathering sekitar 150-an orang. Sedangkan jumlah kasus terkonfirmasi awal dari klaster ini berjumlah 10 orang dan mereka kini menjalani isolasi. Kemudian dalam perkembangannya ada tambahan kasus.

"Ya terdata peserta gathering sekitar 150-an. Laporan awal yang indikasi terkonfirmasi ada 10, kemudian dari yang 10 itu langsung diisolasi, ada tambahan itu yang tes mandiri, sampai sekarang sudah ada sekitar 20 mahasiswa (positif Corona). Itu semua terkondisi diisolasi," kata Istikomah kepada wartawan di sela-sela tes swab di Untidar, Magelang, Selasa (15/6/2021).

"Ya (bertambah). Nanti kadang masih masuk laporan, jadi datanya dinamis tidak bisa langsung saya bisa matur, detik ini ada 20 (mahasiswa)," ujar dia.

Kata Rektor Soal Gathering yang Jadi Klaster Corona

Diwawancara terpisah, Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Mukh Arifin, mengatakan pihak kampus selama ini sudah membatasi kegiatan. Termasuk tidak ada kegiatan tatap muka baik pembelajaran maupun ekstrakurikuler.

"Sehingga kita tidak mengeluarkan izin. Jadi (pihak kampus) tidak mengeluarkan izin, maksudnya ya tidak ada dibuka untuk pengeluaran izin, nggak ada. Sehingga mahasiswa mengadakan sendiri, itu di luar agenda universitas," kata Arifin.

Arifin bahkan mengaku awalnya tidak mengetahui adanya acara itu. Dia akhirnya tahu setelah ada klaster Corona dari acara itu.

"Tadinya nggak tahu, kita nggak tahu. Dari fakultas juga nggak tahu, tahu-tahu yang karena ada kejadian, lalu kita ngundang anak-anaknya," ujarnya.

"Universitas nggak punya agenda untuk kegiatan semacam itu. Jadi kalau kalian mengadakan, ya aktivitas ditanggung jawab sendiri. Maksudnya ya bukan kemudian kami lepas, nggak. Artinya ini pembelajaran bagi kita semua," tuturnya.

(sip/ams)