Terjadi Antrean di IGD, Ruang Isolasi Corona di RSUD Jepara Penuh!

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 14:22 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sidak di RSUD Kartini Jepara, Selasa (16/5/2021).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sidak di RSUD Kartini Jepara, Selasa (16/5/2021). (Foto: dok Humas Pemprov Jateng)
Jepara -

Ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara, Jawa Tengah penuh. Antrean pasien juga sempat terjadi di IGD rumah sakit ini.

"Itu (pasien yang antre di IGD) tidak jadi dirujuk ke RSUD Kelet, yang probable masuk di sini dan memang yang terkonfirmasi (ruang isolasi COVID-19) sudah penuh. Kita carikan di rumah sakit yang lain, karena kita yang ruang terkonfirmasi positif kita full ya. Ruang Melati 2 ini untuk yang suspek atau probable," kata Wakil Direktur RSUD RA Kartini Jepara Bambang Dwipo saat dihubungi detikcom lewat telepon, Selasa (15/6/2021).

Bambang mengatakan ada antrean pasien di IGD RSUD RA Kartini. Terakhir ada lima pasien yang antre di depan IGD, namun kini sudah terurai. Dari pasien yang terlantar itu diketahui satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

"Ini habis kita merujuk konfirmasi kita mau rujuk (ke RS) yang masih bisa nampung. Ada satu yang konfirmasi dan tidak bisa masuk, karena kita belum ada yang pulang. Karena tidak boleh dicampur," jelas Bambang.

"Di depan (IGD) ada lima pasien, yang satu menolak di depan bupati tidak mau mondok. Yhang empat, yang satu terkonfirmasi kita carikan rumah sakit lain, dan tiga masuk (dirawat di RSUD RA Kartini)," sambung dia.

Dia menjelaskan pasien yang datang ke RSUD Jepara terus berdatangan. Bahkan siang ini pun masih ada yang datang untuk menjalani perawatan di rumah sakit.

"Oh datang lagi terus, itu di depan ada lagi," jelasnya.

Bambang menjelaskan pihaknya saat ini menambahkan tempat tidur baru (TT) untuk ruang isolasi COVID-19 sebanyak 20 TT. Total sekarang TT di ruang isolasi COVID-19 di RSUD RA Kartini ada sebanyak 55 TT.

"Sudah, kita hari tadi langsung Pak Ganjar pulang kami memang sudah menyiapkan ruang baru, isolasi 2 tempat isolasi COVID-19 baru 20 tempat tidur, sudah mulai terisi," ungkap Bambang.

"Saat ini kekuatan 55 TT, ini proses kemarin yang 35 full, dan yang 20 TT baru sudah mulai terisi," lanjutnya.

Dia menambahkan pihak rumah sakit saat ini juga sudah mendapatkan bantuan nakes dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Total ada 18 nakes dan kebutuhan perlengkapan medis sudah diterima RSUD Jepara.

"Kami tadi dapat bantuan 18 perawat untuk di Ruang Melati 2, kita shift kan di ruang-ruang. Kita butuh dokter spesialis penyakit dalam dua, dan satu dokter spesialis paru satu. Tadi juga dapat bantuan 200 hazmat, 100 masker kain N95," tambah dia.

Sementara itu dari data sebaran kasus COVID-19 di Jepara per Selasa (15/6) terkonfirmasi aktif positif Corona ada 1.673 orang, lalu angka sembuh keseluruhan ada 8.000 orang, dan kasus meninggal ada 558 orang. Secara keseluruhan sebaran COVID-19 di Jepara mencapai 10.231 orang.

Simak Video: Kabupaten dan Kota Penyumbang Kasus COVID-19 Tertinggi di Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)