Waspada Lur! Keterisian Ruang Isolasi RS di Kudus Sudah 93%

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 12:09 WIB
Ruang isolasi khusus di RSUD dr Loekmnohadi Kudus, Rabu (2/6/2021).
Ruang isolasi khusus di RSUD dr Loekmnohadi Kudus, Rabu (2/6/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Kapasitas ketersediaan tempat tidur atau atau bed occupancy rate (BOR) isolasi virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah hampir penuh. Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 sudah mencapai 93 persen.

"Berdasarkan TT (tempat tidur) ketersediaan TT di rumah sakit rujukan COVID-19 sudah mencapai 93 persen," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (15/6/2021).

Badai mengatakan Bupati Kudus saat ini tengah menginstruksikan untuk penambahan tempat tidur bagi pasien COVID-19 di rumah sakit. Menurutnya jumlah keseluruhan tempat tidur isolasi COVID-19 di rumah sakit ada sebanyak 550 TT. Sedangkan yang sudah terisi sebanyak 93 persennya.

"Sementara waktu (oleh) Bupati telah dilakukan instruksi penambahan dari TT isolasi di rumah sakit rujukan. Dengan adanya penambahan lebih 750-an (TT) yang harus tersedia, sekarang yang baru tersedia sekitar 550. Sementara waktu angka terpakai di angka 93 persen," jelas Badai.

"Sehingga apabila kasus melihat seperti ini. Rata-rata 150 kasus sampai 200 kasus, akan dimungkinkan rumah sakit TT isolasi tidak bisa menampung lagi. Harapannya memang penambahan itu segera bisa dilaksanakan," sambung dia.

Badai menambahkan pemerintah kabupaten pun berupaya untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat di Kudus sendiri. Mulai dari rusunawa, hotel, dan di desa-desa untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat.

"Kebijakan tersebut kita berupaya untuk membangun isolasi terpusat, di antaranya rusunawa, Colo (Hotel Graha Muria Colo), dan Diklat Sonyawarih di Menawan. Kemudian dari kerjasama pemerintah kecamatan desa juga membangun tempat isolasi terpusat di desa ada sembilan titik dijadikan isolasi terpusat," ucap Badai.

"Di samping juga upaya-upaya lain Pemda dengan satgas melakukan pembatasan aktivitas masyarakat berpotensi berkerumun, wisata, kuliner dilakukan pembatasan lebih ketat," pungkasnya.

Sementara itu dari data sebaran COVID-19 Kabupaten Kudus per 14 Juni 2021 terdapat 189 kasus baru, lalu ada 18 kasus meninggal dunia, dan 80 kasus konfirmasi sembuh.

Lalu saat ini jumlah kasus virus Corona aktif di Kudus yakni 2.182, konfirmasi meninggal dunia keseluruhan ada 884, konfirmasi sembuh ada 7.731 kasus, dan secara keseluruhan konfirmasi COVID-19 di Kudus mencapai 10.797 kasus.

(sip/mbr)