Teror Lempar Batu di Jalanan Klaten, Kaca Truk Pecah-Sopir Luka

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 16:59 WIB
Kaca truk tronton pecah dan berlubang akibat teror lempar batu oleh orang tak dikenal di Klaten, Jumat (11/6/2021).
Kaca truk tronton pecah dan berlubang akibat teror lempar batu oleh pemotor tak dikenal di Klaten, Jumat (11/6/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Teror lempar batu terjadi di jalanan Klaten. Kaca truk tronton yang tengah melintas pecah setelah dilempar batu pemotor tak dikenal. Bongkahan batu juga mengenai kepala sopir.

Truk disopiri oleh Sulistiawan (23) warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Truk yang dikemudikannya mengangkut arang dari Semarang dilempar batu oleh orang tak dikenal yang naik sepeda motor di Jalan Diponegoro, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara.

"Tepatnya kejadian di jalan sebelum Mapolres Klaten. Saya mengangkut arang saya bawa ke Klaten," kata Sulistiawan saat ditemui wartawan di jalan Yogya-Solo, Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jumat (11/6/2021).

Sulistiawan menceritakan awalnya truk nomor polisi H 1458 RW yang disopirinya melaju dari utara. Di lokasi, sekitar pukul 04.00 WIB tadi berpapasan dengan dua sepeda motor.

"Ada dua sepeda motor, satu sendirian dan satunya boncengan. Yang boncengan itulah yang melempar batu," ungkapnya.

Akibat aksi lempar batu itu kaca depan truk pecah hingga berlubang dan bongkahan batu mengenai wajahnya.

"Batu segede kepalan tangan orang dewasa. Pertama kena kaca, lalu kena kepala dan telinga, cuma luka sedikit," sebut Sulistiawan.

Sulistiawan mengaku baru pertama kali ini mengalami kejadian teror lempar batu. "Ya rugi saya, sekitar Rp 2 juta karena kaca pecah. Baru sekali ini kejadian, jadi tidak nyaman," akunya.

Menurut Sulistiawan, sekilas dirinya sempat melihat wajah pelaku. Tiga orang pengendara motor itu semua masih remaja.

"Pelakunya remaja semua, tidak pakai helm dan masker. Motornya tidak jelas sebab melaju kencang," pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Klaten Utara AKP Sugeng Handoko saat dimintai konfirmasi mengatakan tak ada laporan terkait peristiwa itu. Sehingga dia belum mengetahui ada kejadian tersebut.

"Tidak ada laporan soal itu. Ini saya di kantor sudah saya cek," kata Sugeng saat dihubungi detikcom.

(rih/sip)