10 Guru Salah Satu SMP di Wates Kulon Progo Positif Corona

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 16:42 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, Jumat (11/6/2021).
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, Jumat (11/6/2021). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom
Kulon Progo -

Sebanyak 10 guru di salah satu SMP di Kapanewon Wates, Kulon Progo, DIY, terkena virus Corona atau COVID-19. Kasus ini berawal dari salah satu guru yang menderita sakit.

"Setelah kami klarifikasi kepada Puskesmas Wates memang betul di salah satu SMP di Wates ada 10 guru terkonfirmasi. Diketahui kasus muncul sejak 26 Mei 2021, di mana salah satu guru menjalani rawat inap di rumah sakit di Wates dengan hasil antigen positif termasuk istrinya," ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, dikonfirmasi wartawan di kantor Dinkes Kulon Progo, Jumat (11/6/2021).

Baning mengatakan pihaknya telah melakukan tracing terhadap kontak erat 10 kasus tersebut. Hasilnya ada tambahan 5 kasus baru, yang seluruhnya merupakan keluarga kasus positif.

"Dari kasus ini ada 5 anggota keluarga dari mereka (kasus terkonfirmasi) juga positif, jadi total ada 15. Tracing sendiri masih berjalan dan menyebar di wilayah Kapanewon Kokap, Galur, Wates, dan Pengasih," ujarnya.

Belum Sekolah Tatap Muka

Sekretaris Dinkes Kulon Progo ini memastikan sejauh ini tidak ada guru lain di sekolah itu yang masuk radar kontak erat kasus. Hal ini karena adanya pemberlakuan sistem shift oleh sekolah, sehingga tak semua guru bertemu dalam satu waktu.

"Dari total 37 guru, sejauh ini hanya 10 yang positif, sisanya tidak masuk kontak erat karena memang tidak pernah ketemu langsung," jelasnya.

Ia juga pastikan tidak ada siswa yang di-tracing lantaran sekolah ini tidak masuk dalam sekolah yang ditunjuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

"Belum ada itu, karena kan sekolah ini nggak ikut uji coba pembelajaran tatap muka," ucapnya.

Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran, lanjutnya, Satgas telah melakukan disinfeksi di lingkungan sekolah tersebut. Seluruh kegiatan sekolah juga dibatasi secara ketat. Sementara 10 guru yang terjangkit telah diminta menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

(rih/sip)