Staf KJRI San Francisco Meninggal di Apartemen, Dimakamkan di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 15:45 WIB
Pemakaman pegawai KJRI San Fransisco di Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jumat (11/6/2021).
Pemakaman pegawai KJRI San Francisco di Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jumat (11/6/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Salah satu staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco, Afrilia Nur Cahyanigsih (28), ditemukan meninggal dunia di apartemennya tanggal 1 Juni lalu. Jenazah dimakamkan di pemakaman Dusun Kunden, Desa Sumberejo, Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Meninggal di apartemennya. Tahunya jam 09.00 pagi waktu San Francisco tanggal 1 Juni lalu," ungkap paman almarhumah, Joko Indarto, saat ditemui detikcom usai pemakaman, Jumat (11/6/2021).

Joko menceritakan, meninggalnya Afrilia diketahui oleh rekan kerjanya pada Selasa (1/6). Saat itu rekan kantor curiga karena Afrilia belum masuk kerja.

"Jam 09.00 waktu sana biasanya sudah di kantor KJRI tapi belum datang. Lalu ditelepon, berdering tapi tidak diangkat, diWA tidak dibalas," jelasnya.

Salah satu rekan almarhumah kemudian mengecek ke apartemen. Saat itu didapati pintu apartemen terkunci.

"Pintu kamar terkunci sehingga lapor ke pengelola apartemen. Kemudian dibuka dan ternyata sudah lemas di kamar lalu dibawa ke RS sudah meninggal dunia," papar Joko.

Joko melanjutkan, berdasarkan cerita teman kantornya, terakhir sebelum meninggal Afrilia ditugaskan ke lokasi yang jaraknya sekitar 12 jam perjalanan dari San Francisco. Diduga Afrilia mengalami kelelahan.

"Tugas banyak dan kecapekan. Terakhir ada tugas perjalanan dari kantor KJRI itu 12 jam perjalanan," ujarnya.

Pihak keluarga mendapatkan kabar duka pada Rabu (2/6) dini hari.

"Tanggal 2 hari Rabu pagi habis subuh dikabari keponakan saya meninggal. Hari ini tadi dipulangkan jam 10.45 WIB setelah serah terima di Kemenlu, sampai ke Klaten dan dimakamkan," kata Joko.

Keponakannya tersebut, jelas Joko, memang sejak kecil memiliki riwayat sakit. Sejak kecil almarhumah mudah lelah dan jika lelah maka badannya lemas.

Sementara itu, Bidan Desa Sumberejo, Ernawati Wahyuningsih, mengatakan dari pemberitahuan resmi Kemenlu, Afrilia sakit. Dari diagnosis ada penyakit dalam.

"Bukan karena COVID. Diagnosa saat tadi serah terima dari Kemenlu karena TB paru dan jantung, dan itu sudah sejak kecil," kata Erna saat ditemui di sela memantau proses pemakaman.

Pantauan detikcom, pemakaman berlangsung pukul 13.30 WIB dihadiri keluarga dan kerabat. Jenazah dibawa dengan ambulans dengan dikawal anggota Kokam PD Muhammadiyah Klaten.

(rih/mbr)