Emosi Gegara Klakson, Pemotor Koboi Pecah Kaca Mobil di Area Bandara YIA

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 13:36 WIB
Pelaku pemecahan kaca mobil, Delzen Firanda (22), warga Muara, Sumatera Selatan, yang berdomisili di Temon.
Pelaku pemecahan kaca mobil, Delzen Firanda (22), warga Muara, Sumatera Selatan, yang berdomisili di Temon. (Foto: dok Istimewa)
Kulon Progo -

Seorang pengendara motor nekat mengejar mobil lalu melakukan pecah kaca di kawasan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gara-garanya pemotor bernama Delzen Firanda (22) itu emosi usai diklakson pemobil.

Peristiwa itu terjadi Rabu (9/6) pukul 05.30 WIB lalu. Peristiwa itu bermula saat Delzen yang mengendarai motor matik berpelat nomor AB 6355 TL melintas dari arah Yogya menuju Bandara YIA. Tepat di lampu merah simpang tiga Siluwok, Temon, pengendara motor berhenti di sisi kanan, begitu traffic light hijau sepeda motor yang dikendarai pelaku menyalip dan memotong mobil berpelat nomor AB 1534 QG milik korban Rahmad Jati Kurniawan (24).

"Peristiwa ini dipicu karena pelaku merasa tersinggung setelah diklakson oleh pengemudi mobil ketika sama-sama berada di lampu merah," ujar Kapolsek Temon, Kompol Riyono saat ditemui di kantornya, Jumat (11/6/2021).

Riyono menyebut gegara klakson tersebut, pemotor memaksa pemobil untuk berhenti. Merasa tak terjadi kecelakaan, pemobil yang sedang mengangkut penumpang itu pun melanjutkan perjalanannya.

"Kemudian berlanjut sampai lampu merah Demen, Temon, di mana pengendara motor kembali mendekat dan menyuruh pemobil buat menepi, tapi tetap nggak mau dan melanjutkan perjalanan menuju bandara. Sampai bandara, pengemudi mobil langsung ke terminal keberangkatan untuk menurunkan penumpang, sementara si pemotor membuntutinya," ujar Riyono.

Pelaku ternyata sempat mengambil batu yang ditemukan di depan pintu masuk bandara, lalu mengejar mobil tersebut yang telah berada di terminal keberangkatan Bandara YIA. Setiba di lokasi, dalam kondisi motor masih menyala, pelaku melemparkan batu ke mobil hingga menyebabkan kaca belakang sebelah kanan pecah, kemudian pelaku langsung kabur.

"Tahu kaca mobilnya pecah, sopir mobil mengejar pelaku. Sudah disuruh berhenti tapi tidak mau, sampai dipepet, dan akhirnya pemotor jatuh setelah nabrak besi pengaman jalan," ujar Riyono.

Pemotor Terindikasi Mabuk

Akibat kejadian ini, pemilik mobil mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta. Sementara pelaku yang jatuh dari motor mengalami sejumlah luka sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Rizki Amalia Temon. Saat pemeriksaan, dokter yang menangani menyebut pelaku terindikasi dalam kondisi mabuk.

"Sesuai keterangan dari dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, ada indikasi bau minuman beralkohol," ujar Riyono.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 406 KUHP tentang perusakan barang. Pelaku terancam pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.

"Terhadap tersangka tidak kita tahan, melainkan wajib lapor karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun," pungkas Riyono.

(ams/sip)