Kasus Harian Pecah Rekor, Ini 3 Klaster Besar Corona di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 19:36 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Gunungkidul -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menyebut penambahan kasus harian baru virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya pecah rekor karena munculnya beberapa klaster. Selain klaster pondok pesantren (ponpes), ada klaster hajatan dan keluarga yang menyumbang tingginya kasus baru hari ini.

"Ada beberapa klaster dan salah satunya ada (klaster) ponpes. Di (Kapanewon) Panggang ada klaster hajatan dan (klaster) keluarga," kata Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty saat dihubungi wartawan, Kamis (10/6/2021).

Dihubungi terpisah, Panewu (Camat) Panggang Winarno mengaku bahwa di Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, ada 22 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Winarno menyebut 22 kasus Corona itu terdiri dari 2 kasus penularan.

Kasus penularan pertama, kata Winarno berasal dari pemilik ponpes di Dusun Warak. Di mana penularan bermula adanya kunjungan saudara dari Sleman.

"Total ada 9 anggota keluarga yang dinyatakan positif. Saat ini masih dalam tracing dan belum ada laporan penularan ke kalangan santri," ucapnya.

Winarno menyebut ke-9 orang itu saat ini menjalani isolasi mandiri. Sebab mayoritas kasus dari klaster ponpes itu tidak mengalami gejala berat.

"Untuk pemilik dan keluarga yang terinfeksi saat ini sedang menjalani isolasi mandiri," katanya.

Klaster Hajatan Berawal dari Warga Tunggu Hasil Tes Swab

Kemudian kasus penularan Corona kedua berasal dari acara hajatan warga di Dusun Jeruken. Acara hajatan itu ternyata diikuti salah seorang warga yang sedang menunggu hasil swab keluar.

"Ternyata hasil swab-nya positif (COVID-19) sehingga langsung dilakukan tracing. Hasilnya ada 12 warga yang ikut hajatan tertular, itu membuat kasus di Dusun Jeruken ada 13 orang (kena Corona)," ujarnya.

Berkaca dari kasus penularan lewat hajatan, Winarno meminta warganya agar tidak berkeliaran ke luar rumah jika sedang menunggu hasil swab. Sebab, dikhawatirkan hasil tes yang bersangkutan bisa saja positif COVID-19.

"Jadi saya minta pada saat menunggu hasil uji lab (swab PCR) warga mau menjalani isolasi," pintanya.

Berdasarkan data Dinkes Gunungkidul, kasus harian Corona hari ini mencapai 86 kasus, sehingga akumulasi kasus COVID-19 ada 3.429 kasus. Sementara itu, total kasus sembuh 2.879, kasus dirawat 391, dan kasus meninggal Corona di Gunungkidul sebanyak 159 kasus.

Lihat juga Video: Klaster Industri di Purwakarta, 48 Karyawan Pabrik Positif Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)