Sejumlah Rumah Nasabah Bank Jateng Cabang Blora Ditempeli Stiker Sita

Febrian Chandra - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 19:30 WIB
Sejumlah rumah nasabah Bank Jateng ditempeli stiker sita
Sejumlah rumah nasabah Bank Jateng ditempeli stiker 'sita' (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Sejumlah rumah nasabah Bank Jateng cabang Blora ditempeli stiker disita. Penempelan stiker ini merupakan buntut penetapan tersangka mantan Kepala Bank Jateng Blora yang kasusnya kini ditangani Bareskrim Mabes Polri.

Pantauan di lokasi, Rabu (9/6) sore, tampak rombongan polisi yang menumpang lima unit mobil mendatangi kawasan kompleks perumahan daerah Pakis, Blora. Tak semua rombongan petugas itu menggunakan seragam, ada pula yang berpakaian serba hitam dan berbaju batik.

Mereka sempat melihat denah perumahan dan meminta izin kepada penghuni rumah untuk menempelkan stiker berwarna kuning dengan logo Polri.

"Berdasarkan
1. Laporan Polisi Nomor : LP/0096/II/2021/Bareskrim, tanggal 11 Februari 2021.
2. Surat perintah penyitaan nomor : Sprin sita/6/II/2021/Tipikor, tanggal 16 Februari 2021.
3. Surat penetapan pengadilan negeri Blora nomor : 153/Pen.Pid/2021/PN/ Bla, tanggal 7 Juni 2021.

Telah disita bangunan KPR oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada BPD Jateng Cabang Blora pada tahun 2018-2019," demikian isi pemberitahuan dalam stiker tersebut.


Setelah dari kompleks tersebut, petugas kemudian mendatangi kawasan perumahan di Blingi, Kecamatan Tunjungan.

"Kita tempelin stiker (disita), sampai proses penyidikan selesai," kata salah satu polisi yang menempeli stiker, kepada detikcom, Rabu (9/6/2021).

Dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto membenarkan adanya giat dari Bareskrim Mabes Polri. Setiyanto menyebut ada dua tersangka yakni mantan Kepala Kantor Cabang Bank Jateng Blora inisial TZ dan RP. Masing-masing diusut dalam kasus yang berbeda.

"Itu dari Bareskrim, tadi sudah kordinasi dengan Polres Blora," terang Setiyanto.

Untuk diketahui, TZ diduga terlibat kasus utang piutang senilai Rp 14 miliar saat menjabat sebagai Kacab Bank Jateng Blora pada 2018 lalu. Kasus ini ditangani Polres Blora sedangkan RP diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang kasusnya kini ditangani Bareskrim Mabes Polri.

"Itu (penempelan stiker) yang (kasus) tipikor. Giat tadi sore dari Bareskrim menangani dugaan kasus tipikor," terangnya.

Sementara itu, salah seorang penghuni perumahan di kawasan Pakis, FA, mengaku kaget ketika rumahnya didatangi sejumlah polisi. Terlebih polisi itu menempeli stiker 'disita' di rumahnya.

"Petugas hanya bilang ini kita tempel dulu, sampai proses sidang selesai. Sementara boleh ditempati dulu," kata FA menirukan ucapan polisi.

FA mengaku membeli rumah tersebut dari pengembang PT GMG. Oleh perusahaan itu pihaknya dianjurkan mengajukan pinjaman di Bank Jateng Cabang Blora.

"Kita beli dari pengembang. Harga rumah Rp 300 juta. Kita pinjam sesuai dengan plafon harga rumah Rp 300 juta," terangnya.

Selengkapnya soal keterangan nasabah Bank Jateng cabang Blora yang mengajukan kredit rumah di halaman selanjutnya..

Selanjutnya
Halaman
1 2