2 Eks Kepala Bank Jateng Cabang Blora Jadi Tersangka, Kasus Apa?

Febrian Chandra - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 17:40 WIB
Kantor Bank Jateng cabang Blora, Senin (7/6/2021)
Kantor Bank Jateng cabang Blora, Senin (7/6/2021). Foto: Febrian Chandra/detikcom
Blora -

Dua mantan Kepala Bank Jateng cabang Blora jadi tersangka di dua kasus berbeda. Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto membenarkan tentang status tersangka dua eks kepala bank milik Pemprov Jateng itu.

"Iya sudah tersangka. Saat ini berkas sudah kita limpahkan ke kejaksaan. Namun belum P-21," kata Setiyanto saat dihubungi detikcom, Senin (7/6/2021).

Setiyanto menerangkan, ada dua kasus yang berbeda dalam status tersangka dua orang mantan pimpinan Bank Jateng cabang Blora itu.

"Ada dua kasus berbeda. Satu ditangani Polres Blora dan yang satu ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri," terangnya.

Untuk yang ditangani Polres Blora, pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka berinisial TZ.

"Untuk TZ ditetapkan atas dugaan kasus tindak pidana perbankan," terangnya.

Setiyanto menjabarkan, perbuatan TZ dilakukan saat menjabat sebagai Kepala Bank Jateng cabang Blora tahun 2018 dan kasus itu baru dilaporkan ke polisi tahun 2020. Yakni terkait kasus utang piutang dengan warga Cepu, Kabupaten Blora, jumlahnya mencapai Rp 14 miliar.

"Waktu itu ada audit bank. Untuk menutupi kekosongan neraca keuangan. Pihaknya melakukan pinjaman kepada salah satu debitur yakni warga Cepu itu. Jumlah pinjamannya mencapai Rp 14 miliar. Peminjaman itu atas nama Bank Jateng," ungkapnya.

Sedangkan yang ditangani Bareskrim Mabes Polri, lanjutnya, telah menetapkan satu orang tersangka berinisial RP.

"Untuk RP terjerat dugaan kasus Tipikor, tapi saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Itu wewenang Bareskrim," kata Setiyanto.

Sementara itu, Kepala Bank Jateng cabang Blora, Tri Nugroho, saat dimintai keterangan terkait kasus itu mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan keterangan.

"Maaf itu bukan ranah saya untuk menjawab. Biar langsung pusat saja yang menjawab," kata Tri saat ditemui di kantornya.

Selain itu, ada sejumlah karyawan yang juga dipecat usai kasus itu mencuat. Saat dimintai konfirmasi soal pemecatan karyawan ini, Tri tidak banyak bicara tentang kasus yang menjerat keempat karyawan tersebut.

"Saya tidak hafal siapa-siapanya. Sampai saat ini saja, saya tidak begitu paham dengan kasus yang menimpa dua orang rekan kerjanya (dua mantan pimpinan) itu. Terkait keempat orang karyawan itu tentu yang lebih paham bidang SDM," ungkapnya.

Simak juga video 'KPK Tak Hadiri Gugatan Praperadilan BLBI, MAKI Duga Imbas Polemik TWK':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)