Catat! Polisi Ungkap Ciri-ciri Aplikasi Pinjol Ilegal

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 15:26 WIB
Kasubdit 2 Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng Kompol Victor Ziliwu, Selasa (8/6/2021).
Kasubdit V Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng Kompol Victor Ziliwu, Selasa (8/6/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Polda Jateng turun tangan mengusut kasus guru honorer yang terjerat pinjaman online (pinjol) hingga terpaksa berutang ratusan juta rupiah. Agar tak terjebak di lubang yang sama, ini dia ciri aplikasi pinjol ilegal.

"Kalau tidak terdaftar OJK berarti ilegal," kata Kasubdit V Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng Kompol Victor Ziliwu kepada wartawan di kantornya, Selasa (8/6/2021).

Untuk diketahui, daftar pinjol atau fintech yang sudah terdaftar OJK, bisa diketahui lewat tautan resmi dari OJK yaitu www.ojk.go.id yang berisi 131 perusahaan yang sudah berizin.

Victor menjelaskan, aksi pinjol ilegal biasanya akan meminta akses nomor kontak dan data lainnya ke telepon seluler korban. Akses ini disebut akan dipakai nantinya untuk mengancam korban saat menagih utang.

Victor menegaskan permintaan akses itu tidak hanya ada pada aplikasi pinjol tapi juga aplikasi ilegal lainnya. Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak memberikan akses ketika permintaan itu muncul di aplikasi.

Akses Kontak dan Data Pribadi

"Sebagai edukasi ya. Setelah kita download aplikasi apapun bentuknya jangan sekali-kali berikan izin untuk akses kontak atau data pribadi kita," tegasnya.

Hal itu untuk menghindari peristiwa intimidasi atau menggunakan data pribadi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Victor memastikan aplikasi resmi tidak akan meminta akses untuk data pribadi.

"Kami dari subdit Siber Polda Jateng mengimbau jangan berikan akses ke aplikasi atau program apapun ke dalam handphone kita. Kalau resmi tidak mungkin meminta hal itu," tegasnya.

Untuk diketahui Polda Jateng kini sedang mendalami aduan seorang guru honorer bernama Afifah Muflihati (27) warga Kabupaten Semarang. Ia tergiur iklan pinjol Pohon UangKu yang menyebut bunga sangat rendah dan tenor 91 hari. Kudian Afifah meminjam uang Rp 3,7 juta lewat aplikasi Pinjol Pohon Uangku pada 30 Maret 2021 lalu.

"Pinjam Rp 3,7 juta. Awalnya yang saya kira 3 bulan, setelah masuk rekening kok (tenor) hanya 7 hari," ujar ibu dua anak itu hari Kamis (3/6).

Teror Mulai Berdatangan

Pada hari kelima ia sudah mulai ditagih dengan ancaman data diri akan disebar. Ia panik karena teror mulai berdatangan bahkan datanya sudah disebar. Pihak pinjol juga ternyata bisa mengakses kontak telepon Afifah sehingga dikirimkan foto Afifah beserta KTP dengan narasi tidak bisa bayar utang, bahkan sampai fitnah Afifah jual diri demi bayar utang.

"Waktu peminjaman pertama itu tidak ada tanda tangan elektronik (untuk persetujuan) hanya KTP dan identifikasi wajah lewat foto. Tapi yang disebar itu bukan dari foto yang saya kirim, mungkin mereka mengakses galeri," katanya.

Panik diteror berujung gali lubang tutup lubang...