39 Santri Ponpes Guru Ngaji Jokowi Kena Corona, Gibran Kaji Lagi PTM Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 14:52 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (27/5/2021).
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (27/5/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Sebanyak 39 santri Ponpes Al-Quraniy Azzayadiy, Laweyan, Solo, yang diasuh guru mengaji Presiden Joko Widodo (Jokowi), KH Abdul Karim, positif virus Corona atau COVID-19. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun kembali mengkaji rencana sekolah dengan pertemuan tatap muka (PTM).

Rencana awalnya, PTM akan dilaksanakan pada saat tahun ajaran baru Juli 2021. Putra sulung Presiden Jokowi itu berharap PTM tetap berlangsung sesuai rencana.

"Lha itu, PTM kami kaji lagi, moga-moga nggak (diundur)," kata Gibran saat dijumpai di Solo Technopark, Selasa (8/6/2021).

Namun dia memastikan kasus Corona di ponpes tersebut sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan Kota Solo. Penyebab munculnya kasus Corona di ponpes itu masih diselidiki.

"Sudah dibawa ke Asrama Haji Donohudan. (Penyebabnya) nanti kita trace dulu ya dapat dari mana. Tenang aja," katanya.

Menurutnya, Ponpes Al-Quraniy Azzayadiy untuk sementara harus ditutup terlebih dahulu. Penutupan dilakukan sampai hasil pelacakan kasus selesai dilakukan.

"Begitu ada kasus, kita kunci jangan sampai nyebar. Moga-moga nggak nyebar ke mana-mana. Kita lihat dulu (sampai kapan ditutup). Biar tracing testing dulu," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Harian Satgas COVID-19 Solo, Ahyani, mengatakan kasus di Ponpes Al-Quraniy Azzayadiy diduga berawal adanya santri yang pulang kampung lebaran. Saat kembali ke ponpes, ternyata ada santri yang positif Corona.

"Penyebabnya baru perkiraan. Mungkin pulang mudik dari lebaran. Dari desa atau mana, ternyata positif," kata Ahyani saat dijumpai di Balai Kota Solo, Selasa (8/6).

Menurutnya, ada satu orang yang awalnya dinyatakan positif Corona. Kemudian dilakukan swab kepada 65 orang yang telah berkontak dengan santri tersebut dengan hasil 38 orang positif.

Hasil itu diketahui sejak Minggu (6/6). Kemudian 39 orang yang positif dijemput bus dan dikirim ke pusat karantina Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

(rih/sip)