Terpopuler Sepekan

Janji Gibran Kalau Nemu Warung 'Ngepruk' di Solo: Langsung Ditutup!

Ari Purnomo - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 10:52 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Foto diambil Rabu (2/6/2021)
Gibran Rakabuming Raka (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Kejadian pedagang 'nuthuk' harga di Yogya menjadi pelajaran berarti. Wali kota Gibran Rakabuming Raka mengancam menutup warung di Solo yang ketahuan 'ngepruk' harga.

Gibran tidak ingin kejadian tersebut juga terjadi di Kota Solo. Untuk itu, dirinya berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas bagi pedagang yang memberikan harga tidak sesuai dengan yang seharusnya.

'Ngepruk' adalah istilah yang dipakai orang Solo untuk menyebut warung menaikkan harga ugal-ugalan atau menyimpang dari kewajaran. 'Ngepruk' artinya menghantam keras. Orang di Yogya lebih suka menggunakan kata 'nuthuk' yang memiliki konotasi makna serupa.

Gibran menyatakan begitu ada yang komplain maka warung tersebut akan langsung ditutup.

"Kalau ada yang menyimpang (ngepruk harga) langsung ada penindakan, langsung ditutup saja kalau ada yang komplain-komplain," tegas Gibran kepada wartawan di Solo, Rabu (2/6).

Untuk mencegah ada pedagang ngepruk harga, Gibran mewajibkan agar seluruh pedagang memasang daftar harga pada setiap menu yang dijualnya. Daftar menu dan harga juga harus jelas dan rinci, pembeli bisa mengetahui total harga yang harus dibayarnya.

"Biar tidak terjadi seperti di tempat-tempat lain pricelist, buku menu harus jelas itu saja," tutur Gibran.

Gibran juga meminta kepada setiap pembeli atau masyarakat untuk langsung lapor padanya jika menemukan praktik warung ngepruk di Solo, sehingga bisa segera ditertibkan. "Silakan saja kalau ada yang mengeluh (soal harga ngepruk) disampaikan," ucapnya.

Boleh mahal, asal...

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata Dinas Pariwisata Solo, Tuti Orbawati, mengatakan sebetulnya tidak ada standar tertentu untuk mengukur tingkat kemahalan. Dia pun menyebut tidak akan membatasi harga makanan dengan batas atas maupun bawah.

"Sebetulnya tidak ada standar ya. Terserah rumah makan kalau mau menjual dengan harga tinggi. Boleh saja kan kalau membuat target market kalangan atas," kata Orba, saat dihubungi detikcom, Kamis (3/6).

Selanjutnya: bagaimana dengan nasi liwet Keprabon yang terkenak mahal itu?

Lihat juga Video: Warung Pecel Lele Malioboro yang Viral 'Nuthuk' Harga Ditutup!

[Gambas:Video 20detik]