Akhir Tragis Kehidupan Ridwan, Meninggal Dikeroyok Teman Seperguruan

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Akhir Tragis Kehidupan Ridwan, Meninggal Dikeroyok Teman Seperguruan

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 07:49 WIB
Makam Ridwan yang tewas dianiaya rekan sesama pesilat dibongkar, Karanganyar, Kamis (27/5/2021).
Pembongkaran makam Ridwan untuk diautopsi (Foto: dok Polres Karanganyar)

Motif di balik penganiayaan terhadap Ridwan

Kresnawan menyebut ada dua tersangka yang melakukan penganiayaan kepada korban. Keduanya sama-sama mengakui menganiaya Ridwan tanpa menggunakan alat.

"(Dengan) tangan kosong. Kan baik korban maupun dua tersangka yang melakukan pemukulan itu kan sama-sama dari perguruan silat. Jadi sejauh ini tidak ditemukan alat dan tidak ditemukan pengakuan dari tersangka maupun saksi yang melihat bahwa mereka pakai alat (untuk menganiaya korban)," kata dia.

Dari pengakuan para tersangka, lanjutnya, polisi menduga tidak ada niatan awal para tersangka untuk membunuh korban. Menurutnya, para tersangka awalnya hanya ingin melakukan klarifikasi ucapan korban.

"(Dugaan) sementara, awalnya nggak ada rencana (membunuh). Karena itu cuma klarifikasi tuduhan korban bahwa tersangka jual obat terlarang. Setelah klarifikasi (disuruh) buat pernyataan, ada pernyataan yang dibuat tertulis," jelasnya.

Namun proses klarifikasi tersebut berbuntut para tersangka menganiaya dengan memukuli korban. Kresnawan menyebut, tersangka memukuli korban yang sudah dalam posisi menunduk.

"Setelah itu klarifikasinya jadi mulut ke mulut (adu mulut). Pelaku yang pertama atas nama W mukul dulu tiga kali, setelah itu dia nggak ikut lagi. Terus pelaku yang kedua, yang sampai meninggal yang kedua ini, atas nama AH. AH pukul kepala, karena posisinya ada saksi yang melihat korban sudah menunduk masih dipukuli," ungkapnya.

Sementara dua tersangka lain, kata Kresnawan, berperan membantu membuang mayat korban. Dua tersangka ini tidak mengetahui perihal penganiayaan yang dilakukan kepada korban.

"Yang dua orang bagian buang (jasad korban). Jadi setelah itu jadi mayat, baru tersangka yang buang ini datang. Berarti kan dia tidak tahu kejadiannya sebenarnya, tapi dia lihat sudah jadi mayat, dia bantu cari tempat," urainya.

Keempat tersangka ini kemudian mengambil mobil milik tersangka AH. Mobil inilah yang digunakan para tersangka untuk mengangkut korban untuk dibuang.

"Bukan seolah-olah biar terlihat seperti kecelakaan, (korban) dibuang di lokasi karena sudah bingung saja. Diglundungin (dari atas jembatan) makanya terlihat seperti jatuh dari atas," pungkas Kresnawan.


(mbr/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT