Ridwan di Karanganyar Dikeroyok Teman Seperguruan hingga Tewas, Ini Motifnya

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 08:24 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Karanganyar -

Motif penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Ridwan (19), yang mayatnya ditemukan di bawah jembatan Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah, mulai terkuak. Polisi menyebut, tersangka marah akibat dituduh menjual pil koplo oleh korban, sehingga nekat menganiaya korban hingga tewas.

"Untuk motif, pelaku AH itu dituduh korban menjual pil koplo. Maka mungkin pelaku AH nggak terima akhirnya terjadi penganiayaan itu. Iya, marah karena dituduh mengedarkan pil koplo. Intinya seperti itu," ujar KBO Satreskrim Satreskrim Polres Karanganyar, Ipda Anton Sulistiyana, kepada wartawan, Senin (24/5/2021) malam.

Sebelum menganiaya korban, lanjutnya, para tersangka terlebih dulu mengundang korban untuk datang ke rumah tersangka. Kebetulan antara korban dengan para tersangka merupakan teman satu perguruan silat sehingga korban percaya dan mau datang ke rumah tersangka.

"Iya sudah ada komunikasi untuk datang ke TKP. TKP di wilayah Jungke, Karanganyar. Di kebun, halaman dekat rumah salah satu pelaku," terang Anton.

Sesampainya tiba di TKP, para tersangka kemudian menganiaya korban hingga tewas. Saat itu, para pelaku sempat hendak membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Sampai di TKP dilakukan penganiayaan oleh pelaku dibantu dengan temannya. Setelah dianiaya, pelaku itu rencana membawa ke rumah sakit tetapi korban sudah meninggal dunia," jelas Anton.

Seperti diberitakan, polisi menetapkan empat tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Ridwan (19) yang mayatnya ditemukan di bawah jembatan Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah. Polisi menyebut, keempat tersangka memiliki peran berbeda, yakni penganiaya, dan pembuang mayat korban.

Penangkapan para pelaku ini berawal dari diamankannya pelaku utama berinisial AH, warga Jumantono Karanganyar. Melalui pelaku AH ini, polisi kemudian mengamankan tiga terduga pelaku lain berinisial RW, AI, dan MF pada Jumat (21/5).

Berdasarkan perkembangan pemeriksaan, polisi resmi menetapkan keempatnya sebagai tersangka. Keempat tersangka ini diketahui merupakan teman korban sesama perguruan silat.

(mbr/mbr)