Round-Up

Misteri Kematian Musisi Yulius Panon yang Jasadnya Ditemukan di Bengawan Solo

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 08:49 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/D-Keine)
Yogyakarta -

Penemuan jenazah musisi asal Yogyakarta, Yulius Panon Pratomo (44), di Bengawan Solo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menyisakan misteri. Penyebab kematian komposer lagu-lagu rohani itu masih dipertanyakan.

Sempat hilang, ditemukan mengambang

Yulius dilaporkan hilang saat berada di Solo. Ketua RT 05 RW 16, Sanggrahan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Marsudi, membenarkan Yulius sempat dilaporkan hilang. Marsudi baru mendapat kabar Yulius meninggal pada Senin (24/5) malam.

Penemuan mayat mengambang di aliran Bengawan Solo, Sragen, pun mengakhiri pencarian Yulius. Polisi memastikan mayat itu adalah Yulius Panon setelah mencocokkan sidik jarinya.

"Saya Senin (24/5) pagi jam 8 dapat grup WA awalnya masih hilang. (Dapat kabar ditemukan) siang sekitar jam 14.30 WIB sudah info itu. Masih ditemukan tapi belum pasti beliaunya. Infonya seperti itu, tapi kemiripan ke arah sana. Pastinya malam jam 10-an tadi malam sudah dipastikan," kata Marsudi saat ditemui di rumah duka, Sleman, Selasa (25/5/2021).

Bersiap gelar konser musik

Yulius bersama rekan-rekannya dari kelompok musik Nafsigira datang ke Solo untuk menggelar konser virtual di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Rabu (26/5). Mereka tiba pada Sabtu (22/5) malam dan menginap di sanggar Nafsigira di Kelurahan Kemlayan, Solo.

Manajer Yulius, Antonia Filicia Esa Rindi, mengatakan Yulius terakhir terlihat pada Minggu (23/5) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Esa bangun tidur pukul 04.00 WIB dan sudah tidak mengetahui keberadaan Yulius.

"Mas Yus kan tidak begitu tahu jalan Solo, saya coba cari keliling ke tempat yang sekiranya dilalui, tapi nggak ketemu. Ponselnya ditinggal. Saya cek juga nggak ada janjian dengan orang lain," kata Esa saat dijumpai di sanggar Nafsigira, Kemlayan, Solo, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, Yulius memang memiliki kebiasaan keluar dari rumah untuk mencari inspirasi. Esa saat itu pun sempat menduga Yulius hanya pergi untuk mencari inspirasi.

"Biasanya memang beliau cari inspirasi, naik motor keliling, pulang lalu ditulis," katanya.

Yulius di akhir hayatnya tidak menceritakan sebuah masalah dan tidak terlihat aneh. Namun Esa melihat ada yang tidak biasa dari Yulius.

"Tapi memang kali ini saya lihat teks-teks Mas Yus itu sudah disiapkan rapi. Ada teks untuk cello, biola, flute. Biasanya beliau menaruh teks berantakan," ujar dia.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Tiga Korban Kapal Tenggelam di Jambi Dievakuasi':

[Gambas:Video 20detik]