Penganiaya Pemuda Tewas di Kolong Jembatan Karanganyar Datangi Pemakaman

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 16:32 WIB
Polisi mengamankan 4 orang terkait penemuan mayat pria di bawah jembatan, Karanganyar, Jumat (21/5/2021).
Polisi mengamankan 4 orang terkait penemuan mayat pria di bawah jembatan, Karanganyar, Jumat (21/5/2021). Foto: Andika Tarmy/detikcom
Karanganyar -

Polisi telah menangkap empat orang di balik tewasnya Ridwan (19), pemuda yang ditemukan tewas di bawah jembatan Desa Tugu, Karanganyar. Keluarga menyebut salah seorang pelaku bahkan sempat melayat saat pemakaman korban.

Kakak ipar korban, Andi Wibowo, mengungkap mulanya keluarga sama sekali tidak curiga jika Ridwan merupakan korban penganiayaan. Sebab, dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban.

"Usai mendapat kabar, saya langsung ke RSUD Karanganyar untuk lihat jenazah korban. Saya tengok sekilas saja karena enggak tega kondisi jenazah sudah dua harian. Karena tidak ada indikasi kekerasan menurut dokter, ya langsung saja dari pihak keluarga membawa jenazah untuk dimakamkan," terang Andi kepada detikcom, Sabtu (22/5/2021).

Andi menyebut polisi maupun dokter sebenarnya sudah menyarankan agar dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Namun, pihak keluarga menolak dan memutuskan untuk langsung memakamkan Ridwan.

"Alasan keluarga menolak autopsi, pertama kan kita langsung ke RSUD Karanganyar tanpa tahu kronologi kejadian. Sampai di rumah sakit ada info kalau tidak ada indikasi kekerasan. Karena melihat jenazah korban sudah tidak layak kalau terlalu lama, akhirnya segera dimakamkan," Andi.

Andi bercerita saat pemakaman berlangsung, satu dari empat pelaku sempat melayat. Pelaku tersebut bernama Arga, yang merupakan teman satu perguruan silat dengan Ridwan.

"Pelaku ikut melayat, salah satu (dari empat pelaku) yang namanya Arga. Itu ada saksinya banyak yang tahu (dia melayat)," ujarnya.

Menurut Andi, saat melayat itu Arga lebih banyak diam. Andi menyebut, pelaku juga tidak menemui keluarga usai pemakaman.

"Sikapnya beda, cuma diam saja. Biasanya kan kalau ketemu dengan teman kan grapyak (ceria), itu cuma diam saja. Nggak salaman dengan keluarga," ungkap Andi.

Andi mengatakan, setibanya dari rumah sakit jenazah korban langsung dibawa ke pemakaman. Pelaku kala itu pun terlihat di pemakaman korban.

"(Pelaku) Ikut ke makam, karena jenazah (Ridwan) memang langsung dibawa ke makam, tidak mampir ke rumah," kata dia.

Awal mula kecurigaan keluarga soal kematian Ridwan yang tak wajar

Kala itu keluarga mengaku tidak menaruh curiga kepada Arga. Terlebih korban sempat disebut sebagai korban kecelakaan lalu lintas.

"Keluarga nggak ada curiga sama sekali ke arah dia (pelaku). Keluarga kan rasanya kehilangan, jadi penginnya adik saya segera dimakamkan saja, nggak ada pikiran ke sana," jelasnya.

Selengkapnya soal kecurigaan keluarga di balik kematian korban..

Simak juga 'Terekam CCTV! Emak-emak Aniaya Bocah di Minimarket Sidrap':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2