Perahu Terbalik di Kedungombo Ternyata Bukan karena Rebutan Selfie, Tapi...

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 15:24 WIB
Boyolali -

Ada fakta baru dalam kejadian perahu terbalik di Waduk Kedungombo (WKO) Boyolali yang memakan korban sembilan orang tewas. Fakta baru itu terkait dengan kronologi kejadian yang mengakibatkan perahu terbalik.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru, keterangan dari korban penumpang yang selamat, itu tidak ada penumpang yang melakukan selfie atau swafoto. Penumpang terutama yang di bagian depan perahu itu berdiri karena panik air mulai masuk ke dalam perahu," ungkap Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond dalam keterangan pers, Selasa (18/5/2021).

Polisi telah memeriksa saksi penumpang yang dilakukan secara estafet dari Senin (17/5) sore hingga malam. Ada sejumlah saksi dari penumpang selamat yang dimintai keterangannya.

Kronologinya, pada hari Sabtu (15/5) sekitar pukul 11.00 WIB, 20 orang korban menaiki perahu motor warna putih milik Kardiyo HS, yang juga pemilik Warung Apung Gayo yang hendak dituju para korban. Warung apung tersebut berada di tengah waduk berjarak sekitar 200 meter dari daratan.

Ketika mendekati warung, kepanikan terjadi. Para penumpang khususnya yang berada di depan berdiri, karena panik air sudah masuk ke perahu. Kemudian perahu yang dikemudikan G (13) itu oleng ke kanan dan akhirnya terbalik. Sebanyak 20 orang penumpang termasuk G pun tercebur ke waduk yang di beberapa tempat memiliki kedalaman hingga sekitar 30 meter tersebut.

Morry mengatakan, keterangan bahwa sebelum perahu terbalik para penumpang banyak yang berdiri untuk foto selfie itu mengutip keterangan awal dari G, saat dimintai keterangan petugas di TKP, sesaat setelah kejadian.

"Kemungkinan G berasumsi bawah penumpang yang ada di depan itu berfoto. Karena posisi tersangka (G) ada di belakang. Sementara kenyataannya bukan melakukan swafoto, tetapi karena panik air di bagian depan itu masuk ke dalam perahu," kata Morry.

Air tersebut masuk ke perahu, lanjut Morry, diperkirakan karena over kapasitas. Perahu yang memiliki kapasitas 14 orang itu, saat kejadian dinaiki 20 orang, belum termasuk nakhoda.

"Karena pada saat perahu mulai berangkat dari daratan, dari video yang beredar, garis tepi permukaan air dengan tepi atas perahu sudah sangat sedikit sekali. Sehingga ada riak saja air sudah masuk," jelasnya.

Perahu itu memiliki ukuran panjang 6,1 meter, lebar 1,8 meter dan tinggi lambung 0,6 meter.

"Untuk over kapasitas, iya. Saya dapat menyatakan demikian kalau kita lihat bukti-bukti yang kita terima, perahu tersebut sangat tidak bisa menampung 20 penumpang sekaligus. Itu di luar nakhoda," ucapnya.

Selengkapnya, di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2