179 Siswa Blora Putus Sekolah Selama Pandemi, Alasannya Bikin Prihatin

Febrian Chandra - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 15:08 WIB
Poster
Ilustrasi sekolah saat pandemi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Blora -

Sebanyak 179 anak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, putus sekolah selama pandemi COVID-19. Dinas Pendidikan Blora mencatat ratusan anak yang putus sekolah itu merupakan siswa SD dan SMP.

"Data terakhir ada 179 siswa yang putus sekolah di masa pandemik ini. Terdiri dari siswa SD dan SMP," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Endang Rukmiyati, saat dihubungi detikcom, Selasa (18/5/2021).

Endang menjelaskan, penyebab siswa putus sekolah itu rata-rata karena justru dimanfaatkan oleh orang tua untuk membantu bekerja.

"Karena kurang kontrol, justru dengan belajar di rumah anak tidak diminta untuk belajar namun diminta membantu bekerja. Kondisi ini yang memprihatinkan," terangnya.

Namun, lanjutnya, tidak semua siswa diperlakukan seperti itu. Ada pula anak yang bandel dan memang sudah tidak mau bersekolah, terjerumus salah pergaulan, hingga berada di jalanan.

"Namun begitu kami dari Dinas Pendidikan mempunyai program untuk membujuk orang tua agar si anak bisa kembali bersekolah. Nanti kita datangi satu per satu di rumahnya," tuturnya.

Selain itu, pada Senin (24/5) pekan depan dijadwalkan kembali digelar sekolah tatap muka.

"Serentak mulai Senin pekan depan, belajar tatap muka akan kembali diadakan. Mulai dari tingkat SMP, SD, TK dan PAUD," katanya.

Meski sekolah tatap muka dijadwalkan secara serentak, tata cara siswa masuk ke sekolah tetap secara bergelombang sesuai protokol kesehatan.

"Yang jelas harus sesuai protokol kesehatan. Dan cara siswa masuk ke sekolah akan dijadwal bergelombang. Itu jadwalnya nanti yang mengatur sekolah masing-masing. Mungkin jika dirata-rata dalam seminggu siswa bisa bersekolah selama 3 hari," pungkasnya.

(rih/sip)