Bocah Nakhoda-Pemilik Warung Apung Waduk Kedungombo Jadi Tersangka!

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 14:05 WIB
Boyolali -

Kasus perahu terbalik di Waduk Kedungombo (WKO) Boyolali, Jawa Tengah memasuki babak baru. Polres Boyolali telah menetapkan dua orang menjadi tersangka dalam insiden yang mengakibatkan 9 orang tewas itu.

"Hari ini kita sudah sepakat antara penyidik Satreskrim (Polres Boyolali) dibantu penyidik dari Direktorat Krimum Polda dan Direktorat Polairud Polda Jawa Tengah, untuk penetapan tersangka itu ada dua (orang)," ujar Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond dalam keterangan pers di kantornya, Selasa (18/5/2021).

Kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu nakhoda atau pengemudi perahu motor yang terbalik, yakni bocah berinisial G (13) dan pemilik warung apung Gako sekaligus pemilik perahu yang terbalik yakni Kardiyo HS (52).

Tersangka G, disangkakan dengan Pasal 359 KUHP, yakni karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia. Sedangkan tersangka Kardiyo, disangkakan dengan pasal berlapis.

Kardiyo dikenakan Pasal 76 i UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Yaitu mempekerjakan anak di bawah umur. Kardiyo juga disangkakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda Rp 200 juta," kata Morry.

Dalam kasus ini, petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya perahu motor tersebut, mesin perahu, empat pasang sandal dan 14 buah sandal, sepotong jaket warna abu-abu lis kuning dan kerudung warna cokelat.

Para tersangka hingga saat ini belum ditahan. Penyidik rencananya akan memanggil G dan Kardiyo untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pada Kamis (20/5).

"Dalam pemeriksaan nanti, tersangka 1 (G) akan didampingi oleh Bapas (Balai Pemasyarakatan), juga didampingi orang tuanya dan penasihat hukumnya," imbuh Morry.

Morry menjelaskan G ini merupakan keponakan Kardiyo. G sudah bekerja di Warung Apung Gako milik Kardiyo selama sekitar satu tahun, terutama di hari Sabtu dan Minggu. Selama ini G mendapatkan upah Rp 100 ribu per hari.

"Keterangan yang berhasil kita terima dari saudara G, diperintahkan oleh pamannya (Kardiyo) untuk mengantarkan penumpang atau calon pelanggan warung dari daratan ke warung apung," terang dia.

Diberitakan sebelumnya, perahu wisata bermuatan sekitar 20 orang terbalik di Waduk Kedungombo, wilayah Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Perahu itu terbalik saat hendak mengantar para penumpangnya ke Warung Apung Gako.

Sebanyak 11 orang berhasil diselamatkan dan sembilan orang tewas tenggelam. Sembilan korban tewas yakni yaitu Tituk Mulyani (36), Tri iriana Wahyuningtyas (27), Siti Mukaromah (24), Destri Parmaswati (12), Niken Savitri (8), Zamzam Tabah Oktaviana (7), Naswa Cayla Wilda (6), Acek Jalil Rasyid (4), dan Jalal Wilda Zacky (1,5).

(sip/ams)