Round-Up

7 Fakta Sadis Ari di Kendal Bunuh Mertua-Ipar Usai Pesta Miras

Saktyo Dimas R - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 20:43 WIB
Rilis kasus pembunuhan ibu dan anak di Mapolres Kendal, Senin (17/5/2021). Pelaku ternyata menantu korban Muhayanah, Ari Rismawan.
Rilis kasus pembunuhan ibu dan anak di Kendal. (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Kendal -

Setelah 7 hari buron, Ari Rismawan (31) berhasil ditangkap. Ari adalah tersangka tunggal pembunuhan ibu dan anak, Muhayanah (65) dan Karyati (44) di Dusun Widodo, Desa Bangunsari, Pageruyung, Kendal, Jateng.

Ari ditangkap pada Senin (17/5/2021) dini hari di Indramayu, Jabar. Senin siang dilakukan gelar kasus di Mapolres Kendal. Berikut ini 7 fakta yang mengungkap kejahatan sadis perbuatan Ari dalam kasus tersebut:

1. Habisi mertua usai pesta miras
Sebelum peristiwa itu terjadi, Ari menjemput keponakannya atau anak Karyati untuk diajak menagih utang ke daerah Kecamatan Kaliwungu, Kendal. Usai menagih utang, tersangka dan keponakannya pesta miras di salah satu hotel di Pageruyung, Kendal.

"Keponakan saya sudah mabuk berat dan nggak sadar. Saya menyelinap keluar kamar hotel dengan mengambil sepeda motor untuk digadaikan di Sukorejo sebesar Rp 9 juta. Uangnya saya gunakan untuk keperluan dan sebagian untuk judi online," kata Ari saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Kendal.

2. Dimarahi karena gadaikan motor kemenakan
Selanjutnya Ari menuju rumah Muhayanah, mertuanya. Dia mengaku sempat meminta maaf kepada ibu mertuanya itu karena telah menggadaikan sepeda motor keponakannya. Muhayanah memarahinya, bahkan meminta Ari segera bercerai dengan istrinya karena Ari dianggap sering bikin masalah di keluarga.

Mendengar dampratan mertua itu, Ari mengaku sakit hati dan menjadi gelap mata. Keduanya sempat adu mulut hingga akhirnya tersangka mengambil sebilah pisau yang ada di atas meja lalu menusuk dan membenturkan kepala mertuanya di depan kamar mandi.

"Saya emosi dengar omongan ibu mertua, emosi saya akhirnya sudah tak terbendung lagi, saya kalap," terangnya.

3. Simpan mayat mertua di kamar mandi
Usai melakukan pembunuhan, Ari kemudian memindahkan jenazah mertuanya itu ke dalam kamar mandi.

Namun saat Ari keluar dari kamar mandi, Karyati datang dan masuk ke dalam rumah. Karyati histeris melihat ceceran darah di dalam rumah.

4. Bunuh ipar karena melihat jejak pembunuhan
Seketika itu pula, Ari melancarkan aksi kedua dengan menghabisi nyawa Karyati yang mengetahui jejak pembunuhan pertama. Selanjutnya mayat kedua korban disimpan di dalam kamar mandi.

5. Order rental mobil menggunakan HP korban
Ari kemudian mengambil ponsel milik Karyati. Dia lalu menghubungi adiknya untuk menyiapkan mobil rental.

"Saya hubungi adik saya dengan ponsel Karyati untuk memesankan mobil rental," tambahnya.

6. Berpindah-pindah lokasi persembunyian selama sepekan
Dengan mobil rental itu, tersangka kemudian kabur ke Wonosobo, Temanggung, Solo, dan Semarang. Di Semarang, tersangka meninggalkan mobil tersebut di salah satu minimarket di Jalan Sriwijaya dan kemudian naik ojol ke tempat pangkalan bus.

"Saya tinggalin mobil rental di Indomaret di Semarang terus saya naik gojek ke Krapyak dan naik bus ke arah Jakarta," terangnya.

Jejak terakhir Ari terlacak di Indramayu hingga akhirnya ditangkap polisi.

7. Cukur rambut dan ganti baju untuk mengelabui petugas
Di tengah upaya persembunyiannya itu, Ari mengaku ketakutan. Hingga akhirnya dia mengubah gaya rambutnya untuk mengelabui petugas.

"Saya mau ke Jakarta tapi saya bingung dan takut akhirnya saya turun di Indramayu dan mencukur rambut saya untuk menghindari kejaran polisi," lanjutnya.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider Pasal 351 KUHP dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian. Tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(mbr/rih)