Polisi Periksa Ortu Pemobil ABG yang Tabrak Polisi Pos Penyekatan Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 18:48 WIB
Klaten -

Polisi terus mendalami kasus pemobil ABG, AD (16), yang menabrak polisi di pos penyekatan Prambanan, Klaten. Orang tua AD juga dimintai keterangan oleh penyidik.

"Orang tuanya mendampingi, tentunya orang tuanya menyesal. Tetapi ini masih kita periksa menyesal karena membiarkan anaknya menggunakan mobil atau apa," ujar Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu kepada wartawan di Mapolres Klaten, Senin (10/5/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, mobil yang disopiri AD merupakan milik orang tuanya. Edy pun mengimbau kepada para orang tua agar lebih selektif lagi dalam memberi izin anaknya membawa mobil di jalan raya.

"Mobil milik orang tuanya tetapi sering digunakan oleh anaknya. Saya imbau pada orang tua, apabila membelikan anak kendaraan pastikan punya SIM, kalau di bawah umur harus tidak diizinkan menggunakan kendaraan," imbuh Edy.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan menambahkan, orang tua AD diperiksa seusai bersama Bapas mendampingi AD menjalani pemeriksaan.

"Orang tua lagi kita lakukan pemeriksaan setelah mendampingi anaknya dengan Bapas. Kita tanyakan apa seizin orang tua, saat keluar seizin orang tuanya," kata Andriansyah kepada wartawan.

"Minta izin orang tua tapi bapaknya tidak di situ. Minta izinnya ke ibu jadi ibunya tahu," imbuhnya.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, juga diketahui bahwa AD baru bisa menyetir mobil sekitar setahun ini. AD diduga takut dimintai surat kelengkapan berkendara saat dicegat di pos penyekatan Prambanan, Sabtu (8/5) lalu.

"Hasil pemeriksaan dari keterangan orang tua belajar menyetir baru satu tahun. Ini murni karena takut diminta surat-suratnya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pemobil berinisial AD (16) yang menerobos pos penyekatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, ditilang polisi. Warga Desa Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, itu resmi jadi tersangka dan terancam pidana penjara satu tahun penjara.

"Iya sudah tersangka, cuma di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan kepada wartawan di kantornya, Senin (10/5).

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menambahkan AD ditilang karena tak memiliki SIM. Selain itu dia juga dikenakan pasal tentang melawan petugas dengan ancaman hukuman setahun penjara.

"Yang bersangkutan kita tilang sebab mengendarai tidak punya SIM karena masih berusia 16 tahun. Terhadap perbuatannya kita kenakan pasal 212 KUHP tentang melawan petugas dan 335 KUHP, ancaman hukumannya satu tahun penjara," jelas Edy.

Menurut Edy, sebab pelaku usianya masih anak di bawah umur, proses hukumnya diberlakukan diversi. Penyidik bekerja sama dengan Bapas dalam pemeriksaan.

(rih/ams)