Pemobil ABG yang Tabrak Polisi Pos Penyekatan Klaten Jadi Tersangka!

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 17:42 WIB
Klaten -

Pemobil berinisial AD (16) yang menerobos pos penyekatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, ditilang polisi. Warga Desa Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, itu resmi jadi tersangka dan terancam pidana penjara satu tahun penjara.

"Iya sudah tersangka, cuma di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan kepada wartawan di kantornya, Senin (10/5/2021).

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menambahkan AD ditilang karena tak memiliki SIM. Selain itu dia juga dikenakan pasal tentang melawan petugas dengan ancaman hukuman setahun penjara.

"Yang bersangkutan kita tilang sebab mengendarai tidak punya SIM karena masih berusia 16 tahun. Terhadap perbuatannya kita kenakan pasal 212 KUHP tentang melawan petugas dan 335 KUHP, ancaman hukumannya satu tahun penjara," jelas Edy.

Menurut Edy, sebab pelaku usianya masih anak di bawah umur, proses hukumnya diberlakukan diversi. Penyidik bekerja sama dengan Bapas dalam pemeriksaan.

"Kita terapkan diversi sebab masih anak. Kita juga melibatkan Bapas untuk mendampingi saat pemeriksaan," terangnya.

Andriansyah menambahkan, pelaku tidak ditahan sebab di bawah umur. Selain itu karena anak di bawah umur maka diterapkan diversi.

"Tadi disampaikan karena ini anak di bawah umur diberlakukan diversi. Setelah tertangkap itu yang bersangkutan kita periksa sampai delapan jam," papar Andriansyah pada wartawan.

Pada pasal 212 KUHP tentang melawan petugas, ancaman hukumannya bisa satu tahun empat bulan penjara. Untuk 335 KUHP hanya satu tahun.

"Ancamannya paling lama 1 tahun 4 bulan penjara yang pasal 212 KUHP. Kalau anak yang bisa dilakukan penahanan itu yang ancamannya 7 tahun, yang bisa ditahan minimal usia 14 tahun," rincinya

Selain memeriksa pelaku, Polres Klaten juga melakukan olah TKP. "Kita lakukan olah TKP sekitar satu jam untuk memperkuat kejadiannya. Mulai dari lokasi kejadian sampai lokasi ditangkap," pungkas Andriansyah.

Selanjutnya terkait peristiwa penabrakan dan penerobosan yang viral...