Bandara Solo Catat Jumlah Penumpang Capai 1.000 Orang per Hari

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 13:52 WIB
Bandara Adi Soemarmo Solo
Terminal Kedatangan di Bandara Adi Soemarmo Solo. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

H-2 jelang diberlakukannya larangan mudik Lebaran, jumlah penumpang di Bandara Adi Soemarmo, Solo mengalami peningkatan. Tercatat rata-rata per hari mencapai seribu penumpang yang hilir-mudik di Bandara Solo.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, dalam keterangan tertulisnya mengatakan jumlah penumpang di Bandara Adi Soemarmo sejak tanggal 1 April 2021 telah mengalami peningkatan. Rata-rata per hari terdapat 1.000 sampai 1.100 penumpang di bandara ini.

"Adanya layanan GeNose di Bandara Adi Soemarmo juga sangat membantu para penumpang untuk memenuhi persyaratan penerbangan udara," terang Yani Ajat, Selasa (4/5/2021).

Jumlah penumpang ini disebut semakin meningkat jelang larangan mudik Lebaran 2021. Pada Minggu (2/5) kemarin tercatat ada 1.800 penumpang yang hilir mudik di Bandara Adi Soemarmo.

Yani menerangkan sejauh ini belum ada penambahan penerbangan dari pihak maskapai yang beroperasi di Bandara Adi Soemarmo, yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Batik Air dan Nam Air. Saat ini per harinya ada 6-8 penerbangan untuk slot kedatangan dan 12-16 penerbangan untuk slot keberangkatan.

Pihak Angkasa Pura Bandara Adi Soemarmo memastikan bakal mengantisipasi lonjakan penumpang sebelum larangan mudik Lebaran 2021 resmi diberlakukan pada 6 Mei lusa. Selama larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei diberlakukan, Bandara Adi Soemarmo tetap beroperasi namun mengurangi jam operasional.

"Kami telah melakukan rapat dengan pihak Airlines dimana Airlines mendeclare untuk mengantisipasi muatan kargo dan adanya penumpang non mudik, sehingga selama tanggal 6- 17 Mei, jam operasional bandara Adi Soemarmo mulai jam 09.00-17.00 WiB," jelas Yani Ajat.

Untuk diketahui selama pandemi Corona, Bandara Adi Soemarmo beroperasi selama 9 jam yakni pukul 08.00-17.00 WIB. Kemudian menjelang Hari Raya Idul Fitri operasional dipangkas selama satu jam, yakni pukul 09.00-17.00 WIB.

Yani Ajat menyebut kebijakan ini telah disosialisasikan ke pihak maskapai. Pihaknya yakin maskapai telah menyiapkan strategi khusus, misalnya saja dengan menggabungkan penumpang penerbangan pagi hari dan penerbangan siang dengan tujuan yang sama.

(ams/sip)