Round-Up

Tragedi Sate Takjil Sianida: Membidik Pak Polisi, Membunuh Bocah Tak Salah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 08:25 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Nani Apriliani (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)
Bantul -

Satreskrim Polres Bantul akhirnya meringkus Nani Aprilliani Nurjaman (25), pengirim takjil sianida yang menewaskan seorang bocah di Bantul. Nani mengirim takjil berupa sate secara offline melalui ojol untuk menyasar mantannya yakni Tomy.

Motifnya karena Tomy meninggalkan Nani dan menikah dengan wanita lain. Akibat aksinya yang salah sasaran dan menewaskan bocah membuat warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini terancam hukuman mati.

Selain menangkap Nani, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya dua unit motor matic, sepasang sandal, uang tunai Rp 30 ribu, kunci motor dan satu buah helm berwarna merah.

Untuk jenis racun yang digunakan pelaku bernama Nani Aprilliani (25) yakni sianida berwujud padat. Nani mendapatkannya dari membeli di salah satu e-commerce. "Racunnya berupa kalium sianida atau KCN," kata Direktur Diteskrimum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria, Senin (4/5/2021).

Racun tersebut, kata Burkan, jenis KCN yang padat. Sebab, dari pengakuan pelaku menaburkannya di bumbu sate. "Sianida ditaburkan ke bumbunya itu (sate), jadi sianidanya yang (jenis) padat," ujarnya.

Tak hanya itu, sesuai yang disampaikan kepada pengemudi ojek online (ojol) Bandiman, takjil sate beracun itu semula hendak dikirimkan kepada Tomy. Polisi pun mengungkap siapa soso Tomy tersebut.

Tomy merupakan warga Perumahan Villa Bukit Asri Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul. Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro mengakui bahwa sosok Tomy adalah anggotanya.

"Betul," tulis Purwadi singkat melalui salah satu aplikasi pesan kepada wartawan, saat dikonfirmasi mengenai sosok Tomy adalah anggota Polresta Yogyakarta, Senin (3/5).

Terhadap Tomy, Purwadi memastikan jika hal tersebut adalah masalah pribadi. Tak ada kaitannya dengan keanggotaannya sebagai Polri. "Biasa saja. Itu kan masalah pribadi. Kecuali terbukti ada yang terkait disiplin, kode etik atau pidana baru kita proses," jelasnya.

Burkan melanjutkan, bahwa antara Tomy dan Nani ternyata sempat menjalin hubungan khusus. Hubungan itu, kata Burkan, terjadi sebelum Tomy menikah. "Pernah berhubungan sebelum dia (Tomy) menikah," tuturnya.

Terkait motif, Burkan menyebut jika Nani Aprilliani nekat mengirim sate beracun akibat sakit hati pada Tomy yang tidak menikahinya. "Motifnya sakit hati," ujarnya.

Simak juga video 'Nani Aprilliani Pengirim Takjil Beracun Sianida':

[Gambas:Video 20detik]





Selanjutnya: Nani terancam hukuman mati

Selanjutnya
Halaman
1 2