Round-Up

9 Fakta Bocah di Bantul Tewas Usai Santap Takjil dari Wanita Misterius

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 08:15 WIB
Driver ojol, Bandiman dan istrinya menunjukkan foto buah hatinya yang meninggal usai makan paket takjil misterius
Bandiman dan istrinya menunjukkan foto Naba, (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Seorang bocah asal Pedukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, yakni Naba Faiz Prasetya (8) tewas usai menyantap takjil sate lontong. Sejumlah fakta menyeruak dari kasus tersebut.

1. Ayah korban mendapat takjil dari wanita misterius
Ayah korban, Bandiman (47) mengatakan kejadian bermula saat dia tengah berisitirahat di samping sebuah Masjid di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta Minggu (25/4). Ketika beristirahat tiba-tiba dia didatangi seorang wanita.

"Ada cewek (usia) sekitar 25 tahun menghampiri saya, dia bilang saya tidak punya aplikasi tapi saya ingin mengirimkan paket takjil ke Vila Bukit Asri di Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Pedukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Selasa (27/4).

Bandiman menerima permintaan wanita tersebut. Bahkan, wanita itu meminta berapa tarif yang harus dibayar. "Terus saya ditanya minta berapa terus saya minta Rp 25 ribu dan malah dikasih Rp 30 ribu tidak usah mengembalikan kembaliannya," ucapnya.

2. Wanita pengirim berhijab berparas cantik
Menyoal ciri-ciri wanita itu, Bandiman menyebut masih muda dan berparas cantik. Selain itu, saat menghampirinya yang bersangkutan mengenakan hijab dan membawa 2 kotak makanan yang satu sate ayam lontong dan kotak satunya snack.

"Kalau ciri-ciri dia pakai motor, berhijab umur sekitar 20-25 tahun, sendirian. Orangnya putih tinggi sekitar 160-an cm pakai jilbab dan pakai baju warna krem. Kalau motor jenisnya dan pelat nomor tidak tahu. Orangnya ayu (cantik), tidak pakai masker saat itu," ujarnya.

3. Alamat yang dituju tidak mengenal pengirim takjil
Bandiman langsung menuju ke alamat penerima paket di Vila Asri FF 01, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Bahkan, sebelum berangkat Bandiman diberi nomor telepon Tomy, alamat yang dituju.

"Terus saya bilang kalau saya ke sana ditanyain gimana, dia bilang gini 'bilang saja untuk yang menerima dari Pak Hamid di Pakualaman, untuk paket takjil'," katanya.

"Sampai sana sepi dan saya telpon pak Tomy. Saya bilang dari Gojek, ini ada paket takjil dari Pak Hamid di Pakualaman. Nah, Pak Tomy bilang saya tidak merasa punya teman yang namanya Hamid Pakualaman. Apalagi sahabat apa saudara tidak punya," imbuhnya.

4. Paketan takjil dibawa pulang Bandiman

Oleh sebab itu paketan dia serahkan kepada yang berada di rumah Tomy. Namun, paketan itu ditolak karena merasa tidak kenal dengan pengirim.

"Yang ada saat itu ibunya, lalu saya bilang kan sudah jelas, nomor telepon jelas dan nama dituju juga jelas. Tapi dia merasa tidak punya teman dan bilang buat bapak (Bandiman) aja untuk buka puasa," katanya.

5. Anak kedua Bandiman mengalami hal janggal usai menyantap takjil

Dia lalu melanjutkan perjalanan ke rumah dan sampai rumah pukul 17.15 WIB. Bertepatan pula saat itu anak keduanya yakni Naba baru saja pulang dari TPA dan membawa takjil berupa gudeg, tapi karena dia tidak terlalu suka gudeg sehingga Bandiman menawarkan sate lontong yang didapatnya.

"Terus saya kasih satenya saja, saya minta 2 langsung saya makan dan anak saya juga makan 2 tidak apa-apa. Istri saya motong lontong dan dikasih bumbu sate disuapin ke anak saya, nah saat itu anak saya bilangnya pahit, panas dan lari ke kulkas minum (air es)," katanya.

"Terus lari ke dapur jatuh dengan posisi telungkup, nah istri saya muntah-muntah dan langsung saya larikan ke (R) Wirosaban. Saat perjalanan itu sudah keluar buih-buih itu, kaya liur itu," imbuhnya.

"Di rumah sakit dipompa terus dan seperempat jam kemudian tidak tertolong lagi," katanya.

Selanjutnya: Ibu korban sempat memuntahkan makanan

Lihat juga Video: Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Polman, Keluarga Histeris

[Gambas:Video 20detik]