Round-Up

Misteri Tewasnya Anak Ojol Usai Makan Takjil dari Wanita di Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 12:54 WIB
Tes kimia kandungan formalin di makanan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Yogyakarta -

Seorang bocah anak driver ojek online (ojol) meninggal dunia setelah memakan takjil kiriman seorang wanita tak dikenal. Wanita itu mengirimkan makanan lewat ayah korban, tapi pihak penerima menolaknya.

Kapolsek Sewon Kompol Suyanto mengungkap bocah tersebut bernama Naba Faiz Prasetya (8), warga Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kasus ini bermula saat ayah korban, yang seorang driver ojol bernama Bandiman (36), menerima permintaan mengantar makanan dari seorang wanita di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta, Minggu (25/4) sore.

Wanita itu meminta Bandiman mengantarkan makanan tanpa melalui aplikasi ojol. Makanan yang dikirim itu berupa lontong dan snack takjil untuk seseorang bernama Tomy, yang bertempat tinggal di Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Sesampai di alamat yang dituju, Bandiman menelepon Tomy. Namun ternyata Tomy sedang berada di luar kota. Sedangkan yang berada di rumah saat itu hanya istri Tomy.

"Merasa tidak kenal dengan pemesan dan tidak order takjil, paket tersebut diberikan kepada Bandiman untuk dibawa pulang," ucap Suyanto saat dihubungi wartawan, Senin (26/4).

Sesampai di rumah, Bandiman memberikan makanan takjil tersebut kepada istrinya, Titik Rini (33), dan menyantapnya bersama keluarga.

Bandiman dan anak pertamanya memakan sate ayam tanpa bumbu, sedangkan istri dan anak keduanya memakan sate menggunakan bumbu. Setelah menyantap makanan itu, istri dan anak kedua Bandiman mengaku merasakan pahit dan muntah-muntah.

Tak sampai di situ, keduanya juga tak sadarkan diri. Keduanya lalu dilarikan ke RSUD Kota Yogyakarta. Namun, setelah mendapat perawatan, anak kedua Bandiman meninggal pada Minggu (25/4) malam. Polisi telah menyelidiki dan menggelar olah TKP terkait kasus ini.

"Sementara istri Bandiman harus mendapat perawatan intensif," ucapnya.

Pengirim makanan ini pun masih misterius. Polisi masih mencari petunjuk untuk mengungkap kasus ini.

Lihat juga video 'Ratusan Warga di Purwakarta Diduga Keracunan Makanan Hajatan':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)